Borneo FC U-18 kembali menelan kekalahan di laga terakhir seri 2 kompetisi Pro Elite Academy Liga 1 U-18. Kekalahan dengan skor 1-0 harus diterima pasukan Borneo Junior di Lapangan NYTC Sawangan.

Menanggapi atas kekalahan yang diterima pasukan Pesut Muda ini, Direktur Academi Borneo FC Ricky Nelson mengungkapkan jika sisi penyelesaian akhir menjadi catatan yang harus segera dibenahi sebelum memasuki seri 2 yang rencananya akan digelar di Bali di medio Juli mendatang.

"Ya secara keseluruhan sebenernya secara defending, attacking anak-anak bagus dan banyak sekali peluang, kita memang butuh perbaiki lagi finishing touch. Memang catatan paling khusus yaitu tentang kepemimpinan wasit yang memberikan kartu merah kepada pemain kita. Ya memang jika pemain kita berkata tak pantas, tapi harusnya sebelum itu terjadi dia harus tegas bahwa kenapa terjadi benturan sehingga pemain kita berdarah. Harusnya dia lebih bisa melihat kalau itu pelanggaran," tegasnya.

Pelatih dengan lisensi A AFC ini juga menganggap jika insiden kartu merah yang didapat anak asuhnya ini menjadi salah satu pembeda jalannya pertandingan sore hari tadi. "Pasti mengganggu konsentrasi pemain lain, karena 11 vs 11 menjadi 10 vs 11 dengan kurang nya satu pemain ada minus di lini belakang kita. Sehingga setelah dikartu merahnya Toni terjadi gol dari Persebaya U-18," lanjutnya

Dirinya pun akan mengangkat mental pemain sebelum memasuki Seri 2 Pro Elite Academy Liga 1 U-18 nanti. "Ya latihan lebih organisasi dan finishing touch tentu PR kita, dan paling utama terus harus kita naikan mental tim kembali," pungkasnya. (SAN)