Juara adalah target yang diusung Borneo FC di perhelatan Piala Presiden 2019. Dan saat ini tim asuhan Mario Gomez tersebut sudah ada di babak semi final. Artinya, tinggal sedikit lagi target yang diusung tersebut akan tercapai. Namun untuk merealisasikan ambisi, satu adangan berat sudah menanti.

Ya, Persija Jakarta adalah lawan yang harus dilangkahi sebelum menapak ke partai puncak. Dan sore ini di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, semi final leg pertama akan dilakoni Borneo FC. Kemenangan atau minimal hasil imbang, setidaknya akan meringankan beban Pesut Etam sebelum melakoni leg kedua di Samarinda, pada 6 Juli mendatang.

“Besok (hari ini) tentu saja pertandingan penting, karena kami bertemu Persija yang merupakan tim kuat. Tapi kami akan mencoba untuk menang, karena kami punya cara sendiri dan ini adalah laga penting bagi kami,” ujar Gomez.

Gomez juga menyingung kekalahan timnya di pekan keempat Liga 1 atas Persebaya. Menurutnya dari kekalahan tersebut, dirinya dan para pemain menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan agar menghadapi Persija hasil negatif tak terulang.

“Kami sudah kalah lawan Persebaya dan kami tidak bisa kalah lagi kali ini. Kami akan mencoba menang di sini. Setidaknya kami ingin bermain lebih rileks di leg kedua nanti,” ujar pelatih berpaspor Argentina tersebut.

Disinggung mengenai hasil pertemuan kedua tim, di mana Persija lebih mendominasi kemenangan, Gomez mengatakan pertandingan terdahulu adalah masa lalu. Saat ini, ujarnya, kondisi dan situasi di Borneo FC maupun Persija berbeda. Tentunya hasil berbeda pun diharapkan bisa diraih.

“Saya tahu kondisi Borneo FC lawan Jakarta di pertandingan yang lalu. Besok adalah tim yang baru dan pertandingan yang baru juga dan kami juga akan berusaha untuk menang karena pemain yang berbeda, momen yang berbeda dan tempat yang berbeda. Ini yang penting bagi kami,” sebutnya.

Sementara itu Mahardirga Lasut, gelandang bertahan Borneo FC mengaku, dirinya dan pemain lain sudah bertekad meraih kemenangan di leg pertama ini. “Tak ada kata lain bagi kami, yakni menang. Di pertandingan besok (hari ini) kami akan fight, tak ada kata kalah. Kami tahu Persija tim besar dengan kualitas pemain bagus, tapi kami sudah siap untuk meredam mereka,” ujar Dirga.

Dirga sendiri adalah mantan pemain Persija pada 2015 lalu. Namun kenangan empat tahun silam, ujarnya tak bisa terus dikenang. Sebab sekarang ia membela Borneo FC dan berjuang bersama Pesut Etam dan harus menepikan kenangan indah bersama tim ibu kota tersebut.

“Dan saya sekarang tak terlalu banyak tahu soal Persija saat ini. Mungkin Asri Akbar dan Renan Silva lebih mengetahui kekuatan Persija sekarang,” tegas Dirga. (SU)