Borneo FC mendapatkan surat dari komisi disiplin (Komdis) PSSI mengenai sanksi kepada satu pemain Borneo FC dan empat official pelatih Borneo FC U-18. Manager Borneo FC, Dandri Dauri mengatakan sanksi tersebut dirasa tidak tepat, apalagi pihak Komdis tidak ada memanggil pihaknya sama sekali.

"Kaget juga kita tiba-tiba mendapat surat sanksi dari Komdis untuk pemain kita Umanailo dan empat official pelatih dari Borneo FC U-18. Komdis tidak ada sama sekali memanggil kita untuk memberi penjelasan," ucapnya.

Lebih lanjut, dalam surat sanksi tersebut juga dituliskan bahwa tim yang bersangkutan tidak boleh mengajukan banding. Hal ini yang menurut Dandri sangat tidak relevan untuk diterima pihaknya.

"Selain itu kita juga tidak boleh melakukan banding atas sanksi dari Umanailo. Sekarang Tuhan saja Maha Adil, Maha Mendengar. Ini malah kita tidak boleh melakukan banding. Kita menerima, tapi yang disayangkan kenapa Komdis secara sepihak seperti itu," katanya.

Ditambahkan Dandri, hal tersebut tentu cukup menggangui persiapan timnya, apalagi hukuman ini disampaikan H-1 jelang laga. "Hal ini pasti membuat kacau persiapan dari pelatih, apalagi ini hukuman H-1 jelang pertandingan seperti ini," serunya.

Berdasarkan surat tersebut, tertulis Ambrizal Umanailo mendapatkan sanksi akibat mentackling pemain Misbakul Solikin dalam laga pekan kelima kontra Persebaya Surabaya, 23 Juni 2019 lalu. Sementara empat official Borneo FC U-18, di antaranya Ricky Nelson juga mendapatkan hal yang sama. Bahkan tertulis tidak dapat melakukan banding dengan keputusan tersebut. (SU)