Kegagalan harus segera dilupakan. Fokus tim kini tertuju pada setiap laga di Liga 1 yang baru memasuki laga ke-5 bagi Borneo FC. Namun manajer tim, Dandri Dauri memberi ungkapannya terkait kegegalan melaju ke babak final Piala Indonesia.

“Ketidakberhasilan kita ke final memang menjadi kekecewaan besar tak saja bagi publik Samarinda. Sebab kami pun sangat merasakan hal tersebut. Bahkan kekecewaan kami lebih besar, karena kita membuang kesempatan menjadi juara,”ujar Dandri Dauri.

Dijelaskannya, diibaratkan sebuah pena maka pena yang dimiliki Borneo FC belum memiliki warna. Artinya dengan pena tanpa warna, maka keinginan membuat sebuah lukisan tak bisa diwujudkan. Namun Dandri tetap memberi apresiasi besar pada pemainnya. Kerja keras selama 90 menit sudah sangat diperlihatkan untuk mendapatkan hasil positif.

“Jauh-jauh hari kami sudah memberikan motivasi pada pemain untuk pertandingan lawan Persija. Pemain sudah berjuang. Kita punya peluang demi peluang untuk mencetak gol. Sayangnya hanya satu yang tercipta,” ujarnya.

Dandri sendiri sangat menyesalkan gol Ismed Sofyan di laga tersebut. Sebelum pertandingan, pelatih sudah menginstruksikan agar jangan melakukan pelanggaran di luar kotak 16. Sebab Persija punya banyak eksekutor tendangan bebas. Dan pelanggaran yang dilakukan Dirga Lasut harus dibayar mahal. Ismed melakukan tendangan besar berkelas dari luar kotak penalti.

“Tapi inilah sepak bola. Kita tak bisa menduga apa yang akan terjadi selama pertandingan. Saya sih berharap tim tetap didukung,” sebutnya lagi.

Yang pasti saat ini, tim pelatih langsung melakukan pembenahan pada tim. Kesalahan yang sudah terjadi di tiap pertandingan, wajib diminimalisir agar hasil positif dapat diraih. Dan pertandingan terdekat Borneo FC adalah menghadapi PSIS Semarang, dalam lanjutan Liga 1 pada 10 Juli lusa. Kemudian pada 15 Juli, laga kandangkembali dilakoni Matias Conti dkk menghadapi Barito Putera.

“Dua pertandingan tersebut wajib kita menangkan. Dua pertandingan tersebut bisa diistilahkan pelampiasan kita gagal ke final. Dan sekarang saya katakan pada pemain, semua pertandingan adalah final. Karena kita juga punya target di Liga 1,” terangnya lagi.

Dandri berharap kegagalan ke final Piala Indonesia, menjadi cambuk bagi pemain untuk menjadi lebih baik lagi. Main dengan hati, loyalitas dan totalitas wajib dilakukan.

“Dan saya juga harus mengucapkan terima kasih kepada publik Samarinda atas dukungan saat bertemu Persija Jakarta. Saya berharap dukungan terus diberikan. Dan saya mewakili semua yang ada di tim meminta maaf sebesar-besarnya atas kegagalan di Piala Indonesia. Mudah-mudahan ke depannya Borneo FC bisa lebih membanggakan warga Samarinda,” pungkasnya. (AR)