Kegagalan meraih hasil bagus selama seri pertama di Surabaya, ternyata menjadi pelajaran berharga bagi para pemain Borneo FC U-18. Dan di awal seri kedua Pro Elite Academy Liga 1 U-18 yang berlangsung di Bali, tepatnya di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali hari ini, tim asuhan Andik Andriansyah yang menggantikan peran Victor Simon mampu meraih satu angka. Menghadapi Bali United U-18, Pesut Etam muda ini mampu bermain imbang 1-1. Ini jelas menjadi awal bagus. Sebab saat bertemu lawan yang sama di Surabaya, Borneo FC U-18 kalah dengan skor telak 1-6.

“Ini pertandingan luar biasa bagi kami. Sebab kami bisa menahan imbang tuan rumah. Permainan tuan rumah sangat bagus dan mereka punya kualitas individu serta organisasi permainan yang bagus pula,” ujar Andik.

Namun permainan apik dan cepat tuan rumah ternyata mampu diredam. Bahkan Borneo FC U-18 beberapa kali mengancam gawang lawan lewat serangan balik cepat. Dan gol lahir dari serangan cepat yang dibangun Borneo FC. Sayangnya keunggulan gagal dipertahankan sampai akhir laga.

“Seharusnya kita bisa meraih poin 3 karena anak-anak juga bermain sangat bagus. Tapi di menit akhir kita kebobolan karena kurangnya fokus anak-anak. Ini tak boleh lagi terjadi di pertandingan berikutnya,” terang Andik.

Dan sesuai jadwal pagi ini tim kembali bertanding. Lawannya adalah Persipura U-18. Di seri pertama, Persipura memberi luka pada Borneo FC U-18 dengan kekalahan 0-1.

“Melawan Persipura kita tak punya persiapan dan taktik khusus. Kita akan melihat bagaimana cara bermain Persipura dulu baru, kemudian kita terapkan strategi yang tepat untuk meredamnya. Kalau anak-anak bermain seperti lawan Bali United, saya pikir kita bisa meraih angka penuh,” tegas Andik. (SAN)