Dua laga terakhir di Liga 1, Borneo FC sukses mencatatkan clean sheet. Pertama saat memetik kemenangan di kandang Kalteng Putra dimana tim Pesut Etam meraih kemenangan tipis 1-0. Saat itu posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Alfonsius Kelvan.

Kemudian saat menang 2-0 melawan PSIS Semarang di Stadion Segiri 10 Juli lalu, Nadeo Argawinata sukses menjaga gawangnya tetap perawan. Hingga pekan ke-8 Liga 1 berjalan, dari 6 laga tim Pesut Etam sudah kebobolan 6 gol dan memasukkan 7 gol.

“Saya apresiasi kerja kiper yang bisa catatkan clean sheet di dua pertandingan terakhir di kompetisi. Alfon main bagus saat away ke Kalteng Putra dan Nadeo juga tampil bagus waktu lawan PSIS. Ini buah dari kerja keras," ujar Pelatih Kiper Borneo FC Luizinho Passos.

Selain Nadeo dan Alfon, Borneo FC memiliki seorang kiper lagi yakni Gianluca Pandeynuwu. Musim ini, Gianluca sama sekali belum mendapatkan menit bermain. Dia sempat masuk line up sebagai pemain cadangan saat laga pembuka liga melawan Bhayangkara FC dan kembali menjadi pemain cadangan saat melawan Kalteng Putra.

“Gianluca tinggal tunggu waktu saja dia bermain, ketiga kiper yang kita hampir semua merata kemampuannya, jadi cukup tenang untuk itu,” tandas Passos.

Memiliki 3 kiper dengan kualitas nyaris setara, menjadi keuntungan tersendiri bagi Borneo FC. Namun Luizinho selalu mengingatkan kepada ketiga kiper tersebut untuk tidak besar kepala. “Mereka harus terus belajar dan evaluasi diri setiap selesai pertandingan. Itu bisa jadi kunci sukses jadi kiper hebat nantinya," pungkasnya. (YD)