Kompetisi boleh Divisi Utama, soal urus-mengurus bola profesional, Pusamania Borneo FC (PBFC) sudah bisa disejajarkan dengan klub ISL.


Seperti diketahui, manajemen PBFC terlihat sangat peka dengan hal-hal kecil, termasuk menyediakan pennant atau bendera kecil yang berisi logo klub, yang dibawa kapten tim untuk ditukar kepada kapten tim lawan.


Namun, kebiasaan ini tampaknya belum terlalu familiar di Indonesia. Alhasil, pennant PBFC justru sering membuat kapten lawan malu. Maklum, mayoritas tim lawan PBFC di Grup 6 Divisi Utama tak menyediakan pennant untuk timnya.


Kejadian itu terlihat kala PBFC bertandang ke Stadion Demang Lehman, markas Martapura FC. Saat itu, kapten MFC, Isnan Ali hanya bisa menerima pennant dari kapten PBFC, Danilo Fernando, tanpa bisa memberi cinderamata balasan.


Kejadian sama juga terjadi saat PBFC bertemu Kalteng Putra, Persida Sidoarjo dan Perseta Tulungagung. "Biasanya emang tukaran. Tapi maklum, di ISL saja belum tentu ada yang seperti ini. Jadi wajarlah kalau Divisi Utama tidak ada klub yang pakai seperti ini," ujar Danilo Fernando, kapten PBFC. (Kibo)