Hasil positif di kandang sendiri saat menang atas Barito Putera, menjadi modal bagus Borneo FC sebelum melakoni laga tandang berikutnya. Dan pada 22 Juli mendatang, Perseru Badak Lampung akan menjadi lawan berikutnya bagi anak-anak Pesut Etam di pekan ke-8 Liga 1.

Target menang jauh-jauh hari sudah diusung, agar posisi di klasemen sementara bisa menjadi lebih baik. Manajer tim Dandri Dauri mengatakan, tim direncanakan berangkat ke Lampung hari ini dengan membawa 20 pemain.

“Total rombongan kita ada 30 orang yang berangkat. Kita juga masih melihat bagaimana kondisi terakhir Jan Lammers. Kalau dia sudah dinyatakan siap bermain, maka ia akan masuk dalam rombongan ke Lampung,” ujar Dandri.

Sementara itu Ichsan Kurniawan yang masih cedera serta Sultan Samma, dipastikan tak ada dalam rombongan pemain. Dandri mengatakan, Sultan masih harus menjalani perawatan di Samarinda, sedangkan Ichsan akan berobat ke Jakarta.

Dikatakannya, menghadapi Perseru Badak Lampung bukan pertandingan mudah. Sebab tim asuhan I Putu Gede tersebut punya materi pemain yang tak bisa dianggap enteng. Namun keinginan mendapatkan tiga angka dari Lampung, disebut Dandri menjadi harga mati.

“Kita sekarang berada di peringkat 7 klasemen sementara dari 7 kali pertandingan. Minimnya laga yang kita jalani sekarang dibandingkan tim lain, saya pikir ada plus dan minusnya. Plusnya, kita masih bisa mengejar posisi lebih baik dengan memenangkan pertandingan yang belum kita mainkan,” terangnya.

Namun ia melihat sisi minusnya, baru 7 kali bertanding ini akan membuat jadwal pertandingan Borneo FC menjadi lebih padat. Beruntung pertandingan kontra Persija di 26 Juli ditunda, sehingga setelah laga kontra Perseru Badak Lampung, Borneo FC bisa fokus menghadapi Persela Lamongan, pada 28 Juli.

“Makanya saya tegaskan, kita harus menang di Lampung untuk dijadikan modal melawan Persela. Rencananya setelah dari Lampung, kita tak kembali ke Samarinda. Kita akan stay di Surabaya untuk persiapan menghadapi Lamongan,” terang Dandri.

Dandri mengatakan, dua laga away ini bukan pekerjaan mudah. Ia melihat meski menang atas Barito Putera, masih banyak sisi teknis yang harus dibenahi dari timnya. “Jujur saya katakan, kita menang lawan Barito Putera. Tapi menangnya rasa kalah. Sebab kita kebobolan dalam tempo waktu sangat singkat. Ini tak boleh terulang lagi, terlebih saat main di kandang lawan,” tegasnya. (SAN)