Nama Nurdiansyah langsung menyita perhatian publik sepakbola Samarinda. Pemain jebolan Borneo FC U-19 musim lalu tersebut memberikan kemampuan terbaiknya saat dipercaya mengawal barisan belakang Pesut Etam di pentas Liga 1. Tak hanya menggalang pertahanan, Nurdiansyah juga memberi satu gol saat ditahan imbang Sleman dengan skor 2-2 tersebut. Bahkan kapten tim di U-19 tersebut nyaris menjebol gawang lawan hingga dua kali lewat kepalanya dalam situasi sepak pojok.

“Apa yang kita tanam selama ini sudah memperlihatkan hasilnya. Nurdiansyah adalah pemain muda binaan kita. Sekarang semua bisa melihat bagaimana kemampuan pemain muda saat bermain di tim senior,” ujar Dandri Dauri, manajer tim.

Tak hanya memberi apresiasi pada Nurdiansyah. Dandri juga menilai pemain seperti M. Sihran, Ulul Azmi hingga Rifal Lastori yang sudah berhasil memberi persaingan pada tim senior. “Selama ini pemain muda hanya tersimpan di nomor antrean yang panjang. Namun sekarang mereka bisa mendapatkan nomor antrean lebih cepat berkat kerja keras selama latihan. Ini harus menjadi contoh pemain muda lainnya,” terang Dandri.

Kemampuan Mario Gomez meningkatkan kemampuan pemain muda, disebut Dandri menjadi salah satu kelebihan pelatih asal Argentina tersebut. Memberikan jam terbang di saat pertandingan penting, membuat pemain secara mental lebih terasah.

“Apa yang dilakukan pelatih selama ini saya pikir berjalan dengan keinginan kita semua. Artinya kepercayaan Gomez pada pemain, mampu dibayar pemain tersebut dengan baik. Ini menjadi modal bagus bagi tim ini ke depannya,” sebutnya.

Gomez sendiri sudah menegaskan, dirinya tak pernah melihat kebintangan seorang pemain dalam tim. Kerja keras dalam latihan adalah kunci baginya menentukan siapa yang layak bermain sebagai starter di setiap pertandingan.

“Kalau pemain muda dalam tim ini sudah memperlihatkan apa yang mereka miliki, itu semua bukan karena pelatih atau orang lain. Tetapi karena mereka memang ingin berkembang dengan baik di sepakbola proresional,” papar Gomez. (AR)