Dua pertandingan kandang sudah menanti Borneo FC di Stadion Segiri. Dari rilis yang dikeluarkan PT Liga Indonesia Baru (LIB), dua pertandingan tersebut dimainkan sore. Persipura adalah lawan pertama dihadapi pada Senin (19/8), kemudian Semen Padang (24/8).

Namun manajemen Borneo FC ternyata tak ingin dua laga itu dimainkan sore. Itulah sebabnya beberapa waktu lalu, manajemen berkirim surat ke PT LIB untuk mengubah jam pertandingan menjadi malam.

Dan apa yang diinginkan manajemen mendapat restu dari operator kompetisi. Dua pertandingan yang sebelumnya akan dimainkan pukul 16.30 Wita, diundur menjadi 19.30 Wita. "Kita sudah bersurat kepada PT LIB selaku operator kompetisi untuk bisa mengubah dua jadwal kandang. Ini tak lepas masalah ijin keamanan. Sebab di tanggal dua pertandingan tersebut Samarinda punya banyak event dan kita tak mau jadwalnya berbenturan dengan pertandingan Borneo FC di kandang," ujar Dandri Dauri, manajer tim.

Adanya keinginan dari suporter juga menjadi salah satu alasan pemindahan jam tanding ini. Beberapa pentolan suporter meminta pertandingan dimainkan malam, agar mereka bisa lebih mudah mendukung karena sudah selesai dalam hal urusan pekerjaan.

Menurut Dandri, antusias penonton akan semakin meningkat jika pertandingan dimainkan malam hari.“Performa tim yang lagi bagus, membuat suporter mereka ingin berbondong-bondong ke stadion. Saya pikir suporter tak ingin melihat timnya berjuang tanpa dukungan. Makanya keinginan dari suporter juga menjadi salah satu pertimbangan kami memindah jam tanding,” sambungnya.

Dandri berharap warga Samarinda memberikan dukungan maksimal pada Borneo FC di dua pertandingan mendatang. Secara pribadi ia mengaku sudah lama tak melihat penonton memenuhi Stadion Segiri, seperti beberapa musim lalu. "Semoga nanti stadion kita kembali penuh. Lama rasanya tidak melihat Stadion Segiri saat memberikan dukungan ke Borneo FC," terang Dandri. (AR)