Pusamania Borneo FC (PBFC) akan kembali bertarung pada Babak 16 Besar Divisi Utama 2014. Tiga tim dari dua tim teratas masing-masing grup difase penyisihan akan menantang Pesut Etam. Mereka adalah yakni Persinga Ngawi, Persiwa Wamena, dan Persebo Bondowoso. Berikut kami sajikan, Tilik Tim Lawan (TTL), liputan khusus membahas kekuatan calon lawan PBFC.


Persiwa Wamena (Badai Pegunungan)


Sebagai lawan perdana Pusamania Borneo FC (PBFC) di babak 16 Besar Grup M, Persiwa Wamena nampaknya menjadi pesaing paling diperhitungkan, selain peserta lain yang berasal dari Jawa Timur, Persebo Bondowoso dan Persinga Ngawi.


Alasannya tentu karena Persiwa Wamena mengusung gaya permainan keras dan cepat layaknya tim Papua, sehingga Persiwa Wamena melalui babak penyisihan grup 8 Divisi Utama musim ini dengan mulus. Dengan capaian poin 25, Persiwa mantap menjuarai grup 8 yang diisi oleh klub-klub asal tanah Cenderawasih ini, diikuti Persigubin Gunung Bintang diposisi kedua.


Terhitung dari 12 pertandingan yang dimainkan, Persiwa mampu mengemas 8 kemenangan dan satu kali imbang, sisanya berakhir dengan kekalahan. Memasukkan 19 gol dari 12 pertandingan, yang berarti 1.6 gol tiap pertandingan. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat baik, mengingat di seluruh lini Persiwa tidak banyak nama "terkenal" di dalamnya.


Dari seluruh skuadnya, yang familiar hanya "si anak lama" Edison Pieter Rumaropen yang tahun ini menginjak usia 31 tahun dan mantan kapten Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam yang berusia 40 tahun.


Namun yang jadi sorotan adalah striker yang berusia 22 tahun asal Liberia, Yao Rudy Abblude yang baru bergabung di bursa transfer tengah musim ini setelah dilepas Persipur Purwodadi. Dalam 6 pertandingan di putaran kedua grup, Yao Rudy telah mencetak 6 gol. Dengan adanya Yao Rudy yang memiliki tinggi 174 cm, suplai-suplai bola terobosan diyakini menjadi andalan tim berjuluk Laskar Badai Pegunungan ini


Pertandingan perdana Grup M, 16 Besar Divisi Utama dimana PBFC akan menjamu Persiwa Wamena di Stadion Segiri ini juga dianggap sebagai rintangan besar bagi tim asuhan Iwan Setiawan. Daya lenting dan ketahanan fisik skuad Persiwa Wamena yang 80 persen diisi putra asli Papua, tentu menjadi tantangan bagi PBFC yang mengusung permainan sepakbola modern yang kompak dan cepat. Diyakini duel lapangan tengah menjadi kunci kemenangan masing-masing tim. (Dony)