Borneo FC mengakhiri putaran pertama dengan hasil bagus. Ya, menahan imbang TIRA Persikabo 2-2, menjadi salah satu bahan evaluasi sebelum melakoni putaran kedua di menghadapi Arema FC, 13 September mendatang di Malang.

Itulah sebabnya manajemen akhirnya memutuskan untuk melakukan training center (TC) atau pemusatan latihan di Malang, sebelum tim melakoni putaran kedua. Manajer tim Dandri Dauri saat dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapat libur sejak hari ini para pemain diharuskan sudah berada di Batu, Malang pada 7 September mendatang. Ia tak mau ada pemain terlambat bergabung tanpa alasan jelas.

“Jadi kami beri mereka libur lima hari, kemudian sudah harus ada di Batu pada tanggal 7 September nanti. Saya sudah berkomunikasi dengan presiden klub serta tim pelatih mengenai hal ini,” kata Dandri.

Dijelaskannya, jika tim harus berkumpul kembali di Samarinda, maka akan ada biaya tambahan saat harus terbang ke Malang. Namun biaya bisa lebih ditekan dengan latihan di Malang. Sebab lawan pertama di putaran kedua adalah Arema FC. “Jadi kita sekaligus adaptasi cuaca dan sebagainya di Malang. Saya pikir ada keuntungan jika kita latihan di Batu,” terangnya lagi.

Dandri hanya menyayangkan ditundanya pertandingan lawan Persija. Sebab, harus dimainkan di putaran kedua dan itu akan menambah padat jadwal pertandingan Borneo FC. “Ini yang membingungkan kita. PT LIB sebagai operator kerap melakukan perubahan yang saya pikir aneh. Tapi inilah sepak bola Indonesia dan kita sudah terbiasa dengan segala keanehannya. Kita tetap harus mengikuti aturan mereka apapun konsekuensinya,” terang Dandri.

Disinggung mengenai hasil akhir ketika bertemu TIRA Persikabo, Dandri mengaku sangat bersyukur timnya bisa meraih satu poin penting di laga tersebut. Namun ia melihat ada beberapa hal yang merugikan timnya terkait keputusan wasit.

“Apa yang kita khawatirkan tentang wasit kembali terjadi di pertandingan lawan Persikabo. Syukurnya kita tidak sampai kalah. Saya sih berharap ke depannya wasit bisa memimpin pertandingan dengan lebih baik lagi. Sebab kita semua ingin sepak bola Indonesia semakin berkembang. Jadi salah satu jalannya adalah membenahi kualitas wasit,” pungkas Dandri. (AR)