Manajemen Borneo FC bakal bertindak tegas. Minimnya jumlah penonton di Stadion Segiri, jelas memengaruhi pemasukan pada tim. Namun adakalanya jumlah penonton, melebihi dari jumlah tiket yang terjual di loket-loket. Saat pertandingan Borneo FC kontra Madura United, jumlah penonton sebenarnya bisa dikatakan cukup banyak. Namun laporan yang diumumkan announcer “hanya” 2.100 orang. Jelas jumlah tersebut seolah tak seimbang dengan yang ada di dalam stadion. Itulah sebabnya mulai pertandingan menghadapi Persija Jakarta, Jumat (27/9) malam nanti, manajemen akan melakukan penindakan tegas bagi panitia yang coba “bermain” di pintu masuk.

Manajer tim Dandri Daurimengatakan, manajemen ingin penonton yang masuk stadion benar-benar penonton yang membeli tiket. Manajemen pun akan memeriksa setiap pintu masuk, guna mengantisipasi “penonton selundupan”.

“Memang agak sulit mengantisipasi setiap pintu masuk. Namun saya juga meminta kerja sama dengan semua pihak, terutama masyarakat umum. Jika memang melihat ada panitia, pihak keamanan atau bahkan manajemen klub memasukan penonton tanpa tiket, segera laporkan kepada kami,” ujar Dandri.

Dengan foto atau video yang diberikan kepada manajemen, maka penindakan akan segera dilakukan kepada oknum yang bermain tersebut. “Dan kami akan memberi reward atau penghargaan kepada pihak yang memberikan laporan kepada kami. Jangan takut, karena keamanan serta rahasia pemberi informasi kami yang pegang. Jadi tak ada yang tahu selain pemberi info dan kami,” terang Dandri.

Sebelumnya manajemen tak terlalu mengkhawatirkan masalah adanya oknum yang bermain ini. Sebab di semua tiket ada barcode. Barcode tersebut berfungsi saat penonton melewati pintu masuk. Jika tanpa tiket, maka penghalang yang dibuka dengan barcode tak akan berfungsi. Namun saat ini alat untuk mendeteksi barcode di tiket mengalami kerusakan. Hal ini yang dimanfaatkan sebagai oknum untuk mencari keuntungan.

“Selama ini kami berusaha menghidupi tim dengan bantuan masyarakat Samarinda yang menyaksikan pertandingan ke stadion. Namun anehnya, ada saja orang yang justru mencari keuntungan di saat kami sedang membutuhkan pemasukan untuk tim. Mudah-mudahan saja dengan apa yang kami terapkan, oknum yang biasanya “bermain” di depan pintu masuk bisa lebih sadar. Tim ini adalah tim kita bersama, jadi mari kita saling kerja sama,” tegas Dandri. (SU)