Sejarah harus diubah. Ya, Borneo FC kini punya tugas untuk mematahkan sejarah pertemuan dengan Persija yang selalu berakhir minor. Di tiga kali kesempatan tahun ini pada turnamen Piala Presiden dan Piala Indonesia, semuanya berakhir tanpa kemenangan bagi Pesut Etam. Dan kesempatan untuk menang kini ada di depan mata. Di pekan ke-20 Liga 1 malam nanti di Stadion Segiri, Borneo FC akan menantang Persija. (siaran langsung Indosiar pukul 19.30 Wita). Kans semakin terbuka, melihat tren positif Borneo FC sampai saat ini. Dari 15 laga dijalani, hanya Bali United yang bisa menumbangkan tim asuhan Mario Gomez tersebut. Sepanjang tiga tahun terakhir, hanya dua sekali Borneo FC menang, tepatnya pada 3 Juli 2016 dengan skor 3-0, serta 30 Oktober 2016 di turnamen Indonesia Soccer Championship.

“Persija adalah tim besar dan nanti adalah pertandingan besar. Kita akan melihat laga yang bagus dan pemain akan merasakan atmosfer bagus juga. Kenapa? Karena seperti saya katakan, Persija adalah tim besar. Pertandingan akan disiarkan di televisi, namun kami perlu dukungan di stadion,” ujar Mario Gomez.

Mengingat Persija adalah tim yang selalu memberikan kesulitan pada Borneo FC, Gomez pun menyiapkan pemainnya dengan maksimal. Meski tak gamblang akan melakukan rotasi, namun ia menyebut kemungkian perubahan komposisi pemain akan dilakukan.

“Tapi rotasi mungkin hanya terjadi di bangku cadangan. Namun saya mau melihat bagaimana tim nanti bermain. Kalau memang diperlukan perubahan, kami akan melakukannya di babak kedua,” sebut Gomez.

Gomez mengaku membutuhkan pemain yang bugar, karena jadwal pertandingan yang sangat rapat. Sayangnya, ada beberapa pemain masih mengalami masalah dengan cedera. Dirga Lasut, Firdaus Ramadhan Diego Micheils dan Edy Gunawan menjadi pemain yang absen di pertandingan ini.

Disinggung mengenai rekor pertemuan, Gomez mengaku mencoba mengubah sejarah pertemuan di laga malam nanti. Sebab kesempatan itu sangat terbuka, walau pemain tetap diingatkan agar selalu waspada dengan kekuatan Persija.

“Kuncinya adalah motivasi pemain untuk terus berkembang. Dan itulah salah satu yang terus saya berikan kepada pemain. Hasilnya kami bisa selalu meraih angka di 14 pertandingan terakhir. Kekalahan atas Bali United saya pikir harusnya tak terjadi, karena kita sudah bermain bagus saat itu,” tegasnya.

Sementara itu Nadeo Argawinata mengaku, persiapan dirinya dan pemain lain sudah sangat bagus saat ini. Usai menahan imbang Bhyangkara FC, pemain langsung fokus pada laga kontra Persija.

“Tanpa melihat Persija peringkat berapa saat ini, saya pikir Persija tetaplah Persija. Mereka tim besar dan legenda serta punya pemain-pemain besar pula. Tapi Borneo FC pun saat ini sedang bagus. Ini akan jadi pertandingan menarik. Saya harap dukungan lebih besar datang pada kami di pertandingan ini,” sebutnya.

Meski bermain tanpa Marko Simic, Nadeo tetap mengingatkan rekan-rekannya untuk mewaspadai pemain sayap dan gelandang Macan Kemayoran. Sebab kedua sayap Persija selama ini dikenal punya kecepatan.

“Saya juga berharap pemain fokus selama 90 menit, agar kesalahan di menit akhir tak lagi terjadi pada kami,” tegasnya. (SU)