Musim pertama Pusamania Borneo FC (PBFC) berlaga di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 harus dilalui dengan perjuangan yang berat. Selain dipertemukan dengan lawan-lawan tangguh, PBFC juga harus dihadapkan dengan infrastruktur stadion yang memprihatinkan milik tim tuan rumah.


Jika sebelumnya, PBFC sempat mengeluh soal Stadion Rejoagung Tulungagung, hal yang sama juga kembali dirasakan klub berjuluk Pesut Etam itu kala bertandang ke Stadion Semeru Lumajang, markas sementara Persebo Bondowoso. Stadion Semeru sendiri sebenarnya adalah markas dari PSIL Lumajang, klub peserta Liga Nusantara.


Permukaan lapangan yang tidak rata serta berdebu karena banyak bagian
rumput yang kering dan tak tumbuh sempurna mau tidak mau tetap dijajal skuad Pesut Etam.


Bahkan, beberapa pemain PBFC terpaksa melepas rompi yang mereka kenakan dan menjadikan rompi tersebut sebagai penutup wajah akibat banyaknya debu yang berterbangan. Contohnya, Danilo Fernando, kapten tim PBFC itu bahkan sengaja memakai masker sepanjang latihan.


"Berdebu sekali, mau gimana lagi. tapi ini tidak bisa menjadi alasan kami untuk tak serius. Kami tetap harus fighting pada pertandingan melawan Persebo," ungkapnya.


Senada dengan Danilo, Iwan Setiawan (IS) pelatih PBFC menerangkan dengan kondisi lapangan yang seperti ini, pemainnya dituntut untuk tetap kerjakeras. "Kuncinya teruslah berusaha memegang bola dan kerjakeras lagi, karena kondisi lapangan seperti ini, datangnya arah bola akan jauh lebih susah diperkirakan," tutur IS menambahkan. (Kibo)