Juan Ramon Alsina menjadi salah satu amunisi anyar Borneo FC di putaran kedua Liga 1. Pemain yang bisa ditempatkan sebagai stopper dan gelandang bertahan asal Uruguay tersebut, kini menjadi salah satu andalan di lini tengah. Hengkangnya Fingky Pasamba dan Asri Akbar, membuat tenaga Alsina sangat diandalkan menjadi jangkar permainan.

Selama bergabung di putaran kedua, Alsina selalu menjadi pilihan utama Mario Gomez di lini tengah. “Tenaganya saat ini lebih kita perlukan untuk menjadi pemain tengah, bukan sebagai stopper. Tapi perubahan bisa saja terjadi dalam perjalanan tim ini. Apalagi sejak saya bergabung, tim ini tak pernah tampil dengan kekuatan penuh,” ujar Gomez.

Alsina sendiri mengaku sangat senang bisa bergabung dengan Borneo FC. Bukan karena ia selalu menjadi pilihan utama. Namun ia melihat Pesut Etam lebih mengutamakan kekeluargaan antar pemain, baik di dalam maupun luar lapangan. "Terus terang saya senang bermain di Borneo. Semuanya bisa cepat akrab di sini. Terima kasih untuk semua teman dalam tim yang membantu saya beradaptasi di Borneo FC,” ujarnya.

Di luar lapangan, Alsina dibantu Matias Conti untuk lebih mengenal Kota Tepian. Saat tim sedang libur latihan, Conti adalah pemain yang selalu diajaknya untuk melihat situasi di Kota Samarinda. “Kota ini cukup nyaman bagi saya,” katanya.

Yang membuat Alsina semakin senang adalah, ia kini menjadi bagian dari meningkatkan performa Borneo FC di Liga 1. Target manajemen menjadi salah satu tim papan atas, kini menjadi motivasinya untuk diwujudkan di akhir kompetisi.

"Tim ini sekarang dalam fase yang bagus sekali trennya. Jadi kami semua harus terus menjaga itu agar tetap berada di jalur papan atas. Saya lihat di klasemen jarak antar tim poinnya sangat dekat. Sekali gagal dapat poin, pasti bakal langsung turun. Makanya saya berusaha maksimal di setiap pertandingan, agar tim ini bisa konsisten menjaga apa yang sudah didapat saat ini,” terangnya.

"Semoga tim ini terus berkembang, saya yakin itu dan semua yakin dengan staf pelatih," tegas Alsina. (AR)