Tim pelatih Borneo FC langsung memberikan program latihan kepada pemain, setelah mereka tiba di Surabaya sore ini. Bertempat di lapangan Universitas Surabaya, tim langsung digenjot latihan cukup keras dari sisi fisik. Libur tiga hari yang diberikan pelatih, membuat pemain harus kembali meningkatkan kemampuan fisiknya. Sebab saat libur, pemain hanya menjalani latihan sendiri tanpa program khusus.

Ahmad Amiruddin, asisten pelatih mengaku, Mario Gomez memang meminta pemain tak berleha-leha setelah tiba di Surabaya. Itulah sebabnya setelah tiba siang di Surabaya, sorenya pemain langsung dibawa ke lapangan untuk latihan.

"Latihan langsung fokus pada kekuatan fisik. Dan Alhamdulillah, kondisi anak-anak setelah libur masih normal, tidak ada yang drop dan harus mengulangnya dari awal. Artinya pemain sadar selama liburan dengan terus menjaga kondisi fisik mereka,” ujar Amir, sapaan akrabnya.

Namun di hari pertama latihan setelah libur ini, Gomez tak langsung memberikan program berat. Pemain hanya diminta menyesuaikan situasi dan cuaca di Surabaya. "Materi hari ini lebih kepada penyesuaian diri anak-anak dengan bola dan tidak terlalu berat. Selain itu adaptasi dengan cuaca dan suasana di Surabaya, kami juga khawatir kalau pemain langsung digenjot latihan keras, malah membuat pemain cedera," sambungnya.

Dari program yang disusun Gomez, hari ini pemain baru memasuki program pengembalian fisik mereka. Hal ini dianggap penting agar kondisi pemain tetap terjaga sampai jelang pertandingan, Jumat (11/10) malam nanti. Program latihan tersebut dikatakan Amir, sudah disusun Gomez sebelum libur diberikan. Menurut Amir, Gomez tak mau pemainnya justru kehilangan banyak kekuatan fisik setelah menjalani libur.

"Besok baru kita latihan agak berat pada pagi hari sampai jelang official training. Semoga tidak ada yang cedera dalam masa persiapan kita kali ini dan siap untuk melawan Persebaya," sebut Amir (AR)