Gelaran Piala Indonesia yang digelar sejak 2018, sudah berakhir pada Agustus 2019 lalu. PSM Makassar adalah juara di turnamen yang baru kali pertama dilaksanakan tersebut setelah mengalahkan Persija Jakarta di partai puncak. Sementara Borneo FC dan Madura United menjadi juara bersama.

Meski turnamen sudah berakhir sejak dua bulan lalu, namun anehnya panitia pelaksana dalam hal ini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru, belum juga mengucurkan hadiah yang harusnya diterima tim pemenang. Borneo FC pun sampai saat ini belum mendapat kepastian kapan uang hadiah akan diberikan. Padahal selema perhelatan Piala Indonesia, tak sedikit anggaran dikeluarkan manajemen untuk membiayai tim.

Dandri Dauri, manajer tim mengatakan, pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi terkait pemberian hadiah tersebut. Dana sebesar Rp 500 juta yang harusnya diterima, menurut Dandri sangat besar artinya bagi klub saat ini.

“Saya pikir tak hanya Borneo FC yang menunggu uang tersebut, tetapi juga kubu PSM, Persija dan Madura United juga membutuhkannya. Saya sendiri sudah beberapa kali menghubungi pihak pelaksana, tetapi tak ada jawaban memuaskan dari mereka,” terang Dandri.

Dikatakannya, saat ini Borneo FC dan semua tim di Liga 1 mengeluarkan anggaran tak sedikit. Apalagi terjadi penundaan beberapa pertandingan. Penundaan ini jelas berdampak pada penambahan anggaran. Sebab kompetisi juga dipastikan akan molor.

“Kami hanya meminta kepastian pada panitia soal uang hadiah tersebut. Saya tak tahu apakah tim lain juga ribut masalah ini atau tidak. Yang jelas dalam waktu dekat kami akan kembali mempertanyakan hal ini kepada panitia,” katanya lagi.

Seperti diketahui, pelaksanaan Piala Indonesia memang mengalami masalah sejak awal. Turnamen yang melibatkan semua tim di Liga 1 dan Liga 2 tersebut, mengalami masalah pada pelaksanaannya. Sebab saat sudah memasuki babak 8 Besar, turnamen harus dihentikan karena “ditabrak” pelaksanaan Piala Presiden. Itulah sebabnya, meski sudah dimainkan mulai 2018, namun turnamen baru berakhir Agustus 2019. (AR)