Posisi Barito Putera sampai saat ini di klasemen sementara Liga 1 memang belum bisa dikatakan aman. Mereka masih ada peluang terpeleset ke papan bawah bahkan masuk kembali ke zona degradasi. Bayang-bayang berlaga di Liga 2 kini masih menghantui tim besutan Djajang Nurjaman tersebut. Dan main di kandang sendiri sudah pasti jadi kesempatan Barito Putera untuk mendulang angka. Ini jelas menjadi salah satu ancaman bagi Pesut Etam, yang akan menjadi lawan mereka besok malam. Terlebih kekuatan Barito Putera semakin tangguh memasuki putaran kedua dengan kehadiran beberapa pemain baru.

Hal ini pun sudah sangat dimaklumi salah satu stopper Borneo FC, Wildansyah. Saat berada di Banjarmasin, Wildan menegaskan calon lawannya sangat kuat bermain di depan pendukungnya sendiri, terutama pada putaran kedua ini. “Selama ini saya lihat Barito Putera sangat kuat, terlebih memasuki putaran kedua. Ini ditambah dengan kedatangan pemain baru dalam tim mereka,” ujar Wildan.

Rafael Da Silva Alves, disebut Wildan menjadi senjata utama lawannya tersebut. Ketajamannya disokong umpan-umpan berbahaya yang kerap dikirimkan Rizki Pora. Dalam 21 kali bermain, Rafael sudah mencetak 11 gol. Sementara Rizki Pora pemain dengan jumlah assist terbanyak di Liga 1 musim ini dengan jumlah 11 umpan matang.

Borneo FC sendiri kerap kesulitan meraih angka penuh di kandang Barito Putera selama ini. Namun ada beberapa faktor memengaruhi hal tersebut. Salah satunya adalah masalah non teknis. Terkait masalah ini, Wildan mengatakan dirinya tak mau terlalu jauh memikirkan hal tersebut. Sebab katanya jika musim lalu hal tersebut dialami Borneo FC, maka itu adalah masa lalu.

“Yang kita pikirkan sekarang adalah masa depan, bukan masa lalu. Saya tak pernah memikirkan soal non teknis, karena kami datang untuk bermain bola, bukan untuk yang lain,” ujarnya.

Kalau pun nantinya terjadi hal-hal yang tak diinginkan, menurut Wildan hal tersebut sudah ada yang menilai. Sebab sebagai pemain, dirinya hanya bertugas menjalankan pekerjaan di lapangan. “Kami fokus bermain bola saja. Kalau misalnya terjadi non teknis yang merugikan, itu sudah di luar kemampuan kami,” pungkasnya. (AR)