Salah satu “penyakit” yang belum sembuh dari para pemain Borneo FC adalah, hilangnya konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan. Imbasnya pun cukup terasa, karena angka penting jadi sirna saat main di kandang lawan maupun kandang sendiri. Dan hal itu disadari betul oleh Mario Gomez sebagai pelatih kepala.

Gomez mengaku di beberapa pertandingan pemainnya sempat kehilangan konsentrasi. Terakhir petaka menit akhir diberikan Badak Lampung di Stadion Segiri.

“Memang kami sudah sering kehilangan momentum untuk mendapatkan poin tiga. Tapi kami harus tetap berlatih dan berkembang atas kesalahan di beberapa pertandingan terakhir. Kami juga harus mengembangkan situasi, jangan sampai terjadi lagi seperti di pertandingan terakhir,” ujar Gomez.

Saat ini latihan sebagai bagian dari persiapan tur ke Jakarta sudah dilakukan. Menurut Gomez, para pemain sudah bisa melupakan kegagalan atas Badak Lampung. Ia pun sudah meminta kepada seluruh penggawa Pesut Etam, untuk bangkit di pertandingan selanjutnya. Sebab selain main di kandang lawan, yang dihadapi adalah tim besar.

“Kami harus dapat kembali bangkit. Ini penting karena bagus bagi tim ini dan mencoba untuk mendapat peluang gol. Problemnya adalah, kami mendapat peluang itu baik dari sisi kanan dan kiri tapi tidak ada yang berbuah gol. Ini yang harus kami benahi dalam latihan,” sebut Gomez.

Pelatih berpaspor Argentina ini pun menyadari, perjuangan di sisa kompetisi pasti tak mudah. Sebab lawan dihadapi adalah tim yang tengah berjuang dari zona degradasi, serta tim yang berupaya menapak ke papan atas dengan menggeser Borneo FC. Persija adalah tim yang masih berjuang menjauhi zona degradasi. Sementara PSS Sleman merupakan tim yang berambisi menancapkan kakinya di papan atas di klasemen akhir.

"Di sisa pertandingan yang ada ini, kami jangan sampai kehilangan poin. Penting bagi kami untuk tidak kalah di luar kandang dan mengamankan kemenangan di kandang. Kalau itu bisa kami lakukan, maka peluang kami masih ada di papan atas nanti,” pungkasnya. (AF)