Kekalahan bukan menjadi akhir dari segalanya. Itulah yang coba ditanamkan para pelatih Borneo FC kepada pemainnya usai hasil negatif di kandang melawan Persela Lamongan. Tim pelatih ingin pemain bangkit untuk menatap pertandingan berikutnya. PSM Makassar yang menjadi lawan terdekat yang akan dihadapi di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Senin (2/12) sore mendatang.

Memang bukan pertandingan mudah, karena PSM selama ini dikenal sangat kuat jika bermain di kandangnya. Mereka pun tak pernah tersentuh kekalahan jika bermain di depan publiknya sendiri. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan pemain saat bersua Persela pun dievaluasi, agar tak lagi terjadi saat menantang PSM.

"Evaluasi sudah kami lakukan setelah kekalahan lawan Persela. Ada beberapa evaluasi diberikan pelatih kepala. Yang jelas ada kekalahan tersebut jadi pelajaran berharga bagi kami dari tim pelatih, terlebih pada pemain yang bekerja di lapangan,” Ahmad Amiruddin, asisten pelatih.

Menurut Amir, sapaan akrab Ahmad Amiruddin, menghadapi PSM perlu perjuangan lebih ekstra untuk mendapatkan angka. Sebab di bawah dukungan ribuan suporternya, PSM sangat sulit dikalahkan di kandangnya.

Namun tim pelatih percaya pada semua pemain yang diberangkatkan, jika misi mencuri poin yang hilang di kandang bisa didapatkan di Makassar. “Kami membawa 19 pemain untuk laga kontra PSM Makassar. Kami punya target untuk mendapatkan poin di sana sebagai ganti hilangnya poin di kandang. Kami tak ingin kehilangan angka lagi di sisa lima pertandingan jelang berakhirnya kompetisi ini,” papar Amir.

Amir juga mengatakan, pelatih kepala meminta kepada seluruh pemain untuk menjalani latihan lebih keras, agar di pertandingan hasil yang didapat bisa lebih memuaskan. Sebab diyakininya, dengan kerja keras maka hasil positif bisa diraih di mana pun tim bermain.

"Ya, coach Mario berpesan kepada pemain agar setiap pertandingan bisa fokus dan lebih bekerja keras dari biasanya. Itu menjadi syarat utama kalau mau terus berada di papan atas klasemen, mengingat persaingan antar tim sangat ketat sekarang ini," pungkasnya. (SU)