Dua kali hasil negatif di kandang menghadapi tim-tim papan bawah, membuat manajemen Borneo FC kini banjir tudingan tak bagus. Banyak yang mengatakan Pesut Etam sengaja mengalah melawan tim-tim yang akan terjun ke Liga 2 musim depan. Ya, hasil imbang 1-1 kontra Perserui Badak Lampung dan kekalahan dari Persela Lamongan, menjadi dasar tudingan tersebut.

Hal ini semakin diperkuat dengan kekalahan 1-3 di musim lalu dari PS TNI (sekarang TIRA Persikabo) di pekan pamungkas. Yang membuat tudingan semakin kencang adalah, permainan Borneo FC selalu tak seperti harapan publik Samarinda di hasil-hasil negatif itu.

Menanggapi hal tersebut, manajer tim Dandri Dauri langsung mengeluarkan bantahannya. Ia mengatakan, Borneo FC selama ini tak pernah menginginkan hasil tak bagus saat bermain di kandang sendiri. Namun hasil imbang dan kekalahan di dua laga terakhir, sama sekali di luar perkiraan seluruh unsur dalam tim.

“Kami selalu berusaha memberikan hasil bagus di setiap pertandingan, baik kandang maupun tandang. Tapi kami juga tak bisa mengelak kalau pemain tak dalam performa terbaiknya,” ujar Dandri.

Ia menjelaskan, sejak berlaga di Divisi Utama (sekarang Liga 2) pada 2014 lalu, manajemen mengharamkan ada “permainan” di luar pertandingan. Terlebih sengaja memberikan kemenangan pada sebuah tim. Dandri tak memungkiri, saat bertemu Badak Lampung dan Persela, timnya bermain jauh dari ekspektasi. Padahal manajemen dan juga publik sepak bola Samarinda, sangat mengharapkan kemenangan demi menjaga konsistensi di papan atas klasemen.

“Jangan menyangka kami tak marah pada pemain setelah hasil buruk di kandang. Kami pun tak menginginkan hasil jelek, tetapi itulah yang terjadi. Yang pasti tak ada kesengajaan akan hal itu,” sebutnya lagi.

Hasil imbang di kandang PSM Makassar, disebut Dandri menjadi bukti kalau tim selalu ingin tampil bagus dan berusaha terus berada di papan atas pada klasemen akhir nanti. Seandainya tak ada kecurangan, Dandri bahkan yakin tiga poin yang hilang lawan Persela bisa langsung dibayar pemain.

“Yang jelas kami mau memperbaiki semuanya ke depan. Kami ingin dua laga di kandang jadi penyempurna sekaligus menjawab keraguan publik pada kami. Lawan kami di kandang lebih berat, tetapi kami akan memberikan yang terbaik pada warga Samarinda, karena kami ingin Borneo FC menjadi bagian dari warga Samarinda itu sendiri,” pungkasnya (SU)