Mampu tidaknya Borneo FC finish di peringkat kedua pada klasemen akhir Liga 1 tergantung bagaimana pemain bekerja di tiga pertandingan sisa. Apalagi, dua pertandingan akan dimainkan di kandang lawan. Angka penuh di tiga pertandingan ini menjadi sangat wajib didapat, jika ingin mewujudkan ambisi tersebut.

Walaupun gagal meraih dua kemenangan di tandang, Borneo FC masih bisa tetap berada di peringkat kedua. Namun semua tergantung hasil pertandingan tim lain, terutama Persipura Jayapura.

Namun manajemen tak mau posisi terakhir tergantung dari pertandingan tim lain. Kerja keras pemain sendiri lebih penting, agar hasil yang didapat bisa lebih memuaskan. “Ya, kami harus berjuang dengan kemampuan kami sendiri jika ingin berada di posisi kedua pada klasemen akhir. Jadi kami harus menang di sisa pertandingan. Yang terdekat tentu saja Persib Bandung,” ujar Ahmad Amiruddin, asisten pelatih Borneo FC.

Dikatakan Amir, Persib memang sudah bisa dikatakan sangat berat jika ingin menapak ke papan atas klasemen akhir. Dengan poin 42, mereka kini masih terdampar di papan tengah, tepatnya di peringkat 10. Memang belum menutup kemungkinan, karena Persib masih bertemu Perserui Badak Lampung dan PSM Makassar di laga penutup. Namun Amir menegaskan, Borneo FC berusaha menghentikan langkah Persib ke papan atas. Apalagi kemenangan juga sangat dibutuhkan Pesut Etam demi menjaga eksistensi di peringkat dua.

"Kami waspadai semua pemain Persib. Mereka tak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir, jadi motivasi menang mereka harus kami awasi. Ini yang selalu kami ingatkan ke pemain. Dalam bertanding mereka harus melebihi semangatnya pemain lawan," ujar Amir lagi.

Meski menang besar lawan TIRA Persikabo, Amir mengaku para pemain saat ini terus digenjot kemampuannya untuk mencetak gol. Taktik dan strategi yang diberikan pelatih, disebut Amir harus bisa dipahami pemain di lapangan untuk mendapatkan hasil maksimal. Dalam beberapa hari terakhir, pembenahan dalam hal menyerang terus dilakukan Gomez. Tujuannya jelas, agar kemenangan bisa didapat di sisa kompetisi ini.

"Masih kami fokuskan pada penyelesaikan akhir di sepertiga lapangan. Bagaimana cara membongkar pertahanan yang rapat dan tidak lupa dalam transisi dari saat kita menyerang ke bertahan, begitu juga sebaliknya," pungkasnya. (SU)