Kesempatan Borneo FC menapak ke peringkat kedua klasemen akhir, memang sudah sirna saat Persebaya menang atas Persija Jakarta, dua hari lalu. Namun kans berada di peringkat lebih baik pun tak mereka dapatkan di laga terakhir. Ya, menghadapi Persipura Jayapura di laga terakhir Liga 1 yang dimainkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Pesut Etam ditahan imbang 2-2. Padahal Matias Conti dan Terens Puhiri sudah membawa kemenangan dua gol di laga ini. Matias Conti mencetak gol di menit 24, kemudian diperbesar Terens di menit 61. Namun dua gol Persipura dalam rentang waktu 5 menit, yakni via penalti Andre Ribeiro (80’) dan Boaz Salossa di menit 85, membuyarkan kemenangan di depan mata. Di laga ini, wasit Thorik Al Katiri mengusir dua pemain, yakni Nurdiansyah di menit 89 dan M Tharir di menit 90+2
.
Dengan hasil ini, Borneo FC harus puas berada di peringkat 7 klasemen akhir dengan koleksi 51 angka. Poin tersebut sama dengan yang didapat Persib Bandung. Namun Persib lebih unggul head to head dengan Borneo FC.

Usai pertandingan, Mario Gomez, arsitek Borneo FC mengaku timnya sudah berusaha untuk menang. Bahkan keunggulan dua gol tenyata tak bisa dipertahankan.

“Tetapi pada akhirnya kami tak dapat menahan dua gol lawan. Tapi tak mengapa, ini sudah usai. Dan menurut saya, ini adalah musim yang luar biasa bagi kami. Karena di tim ini, kami membuat kerja sama yang bagus,” ujar Gomez.

Dikatakannya, di babak kedua timnya punya banyak peluang mencetak gol. Namun serangkaian peluang tersebut tak dapat dimaksimalkan dengan baik. Ini ditambah dengan semakin ketatnya barisan belakang Mutiara Hitam menjaga daerah dengan baik.

“Kami tak dapat memberi umpan, kami kehilangan bola dengan mudah. Itulah mengapa kami tak bisa mencetak gol lagi. Kami kehilangan peluang, kemudian pemain Persipura datang. Dan ketika pemain Persipura datang, mereka membuat gol. Ini sudah usai tapi tak mengapa. Kami membuat beberapa kesalahan dalam mengolah bola,” bebernya.

Gomez juga menyesalkan hilangnya konsentrasi pemain di saat tengah unggul. Padahal masalah ini kerap ia diskusikan kepada seluruh pemain agar tak terus terulang. Masalah inilah yang akhirnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain lawan, termasuk Persipura.

“Saya tidak tahu mengapa mereka bisa kehilangan konsentrasi. Kami sangat mudah kehilangan bola. Ketika kami kehilangan itu, kami harus membayarnya. Ketika kamu kehilangan bola di daerahmu, di dekat areamu, kamu harus membayarnya seperti gol kedua juga seperti waktu lainnya seperti pada saat dua laga terakhir di rumah,” kata Gomez lagi.

“Kami kehilangannya saat melawan Lamongan, kami kehilangannya saat melawan Persib Bandung. Itu perbedaannya. Kamu bisa unggul tapi kemudian bisa juga menjadi imbang. Kamu harus menang di kandang. Itu perbedaannya,” sambungnya.

Sementara itu M Ikhsan, bek kanan muda Borneo FC sangat menyesali kegagalan meraih angka penuh di laga terakhir ini. Tak banyak yang ia ungkapkan kepada awak media usai pertandingan. “Maaf, kami gagal naik ke peringkat yang lebih baik,” ujar Ikhsan singkat. (SU)