Rencana manajemen Borneo FC Samarinda menjalani training centre (TC) atau pemusatan latihan di Balikpapan, akhirnya urung dilakukan. Ini setelah manajemen memantau kondisi lapangan Bima Sakti yang akan digunakan, ternyata tak layak untuk dipakai.

Pembatalan pemusatan latihan di Kota Beriman tersebut disampaikan manajer tim, Farid Abubakar. Dijelaskannya, beberapa orang manajemen sudah melihat langsung lapangan. Kesimpulannya, latihan tak akan maksimal karena lapangan Bima Sakti tak begitu layak untuk menjadi tempat persiapan Pesut Etam.

“Makanya kami langsung mencari lapangan alternatif. Dan Alhamdulillah, kami sudah mendapat izin dari pengelola Stadion Aji Imbut di Tenggarong Seberang. Jadi kami akan pindahkan pemusatan latihan di Tenggarong,” ujar Farid.

Dijelaskannya, para pemain akan memulai latihan di Aji Imbut pada 3 Februari mendatang dan akan berakhir pada pertengahan bulan. Farid berharap latihan di Aji Imbut bisa berjalan maksimal. Sebab kondisi lapangan di sana dinilai sangat layak dan bagus.

“Sebenarnya kami ada rencana juga menjalani latihan di Stadion Utama Kaltim di Palaran. Tapi kondisi lapangan ke sana tak bagus. Aji Imbut adalah alternatif terbaik. Apalagi jaraknya tak jauh dari Samarinda,” terang Farid lagi.

Di musim lalu, Borneo FC Samarinda juga sempat menggunakan Stadion Aji Imbut sebagai tempat persiapan jelang kompetisi. Di bawah kendali pelatih Favio Lopez saat itu, tim latihan sekitar dua pekan di Kota Raja.

Menurut Farid, saat tim menjalani latihan di luar Samarinda maka itu akan menjadi kesempatan bagi pengelola Stadion Segiri membenahi kualitas rumput lapangan. “Sebenarnya kondisi rumput di Stadion Segiri tak terlalu jelek saat ini. Namun jelas butuh sedikit pembenahan. Jadi saat tim latihan dua pekan di Tenggarong nanti, Stadion Segiri akan dibenahi dari sisi rumputnya. Tujuannya jelas, agar saat kompetisi berlangsung tak kondisi lapangan sudah sangat layak digunakan,” pungkasnya (SU)