Dibandingkan tim-tim lain di Liga 1 yang akan bertarung di kompetisi, Borneo FC Samarinda bisa menjadi salah satu tim dengan frekuensi uji coba minim. Ini bisa dilihat selama tiga pekan terakhir persiapan. Mereka hanya menjalani dua kali uji coba menghadapi PON Kaltim, dengan hasil imbang 1-1 dan menang 3-0. Kualitas PON Kaltim jelas tak bisa dijadikan ukuran. Sebab mereka adalah sekumpulan anak muda yang tengah dipersiapkan menuju event PON di Papua.

Tantangan sebenarnya akan datang pada pasukan Pesut Etam di uji coba ketiga malam nanti di Stadion Segiri menghadapi Sulut United, pukul 19.30 Wita. Ya, meski lawannya datang dari kasta kedua Liga Indonesia, namun Sulut United punya masa persiapan bagus menghadapi Liga 2 musim ini.

Edson Tavares, arsitek Borneo FC kepada awak media kemarin sore mengatakan, timnya saat ini sudah menjalani masa persiapan selama tiga pekan. Dan uji coba melawan Sulut United adalah bagian dari persiapan tersebut. "Jadi kami melakukan latihan secara serius. Melawan Sulut United bukanlah latihan tapi juga bukan fokus utama kami. Sebab fokus kami adalah liga,” ujar Tavares.

Dikatakannya lagi, selama tiga pekan persiapan tim sudah menjalani beberapa tahapan. Tahap pertama berupa peningkatan fisik sudah dijalani para pemain. Pun dengan tahap berikutnya. Hal ini ujarnya, juga dilakukan pelatih di seluruh dunia.

“Jadi, setelah kami berada di tahap pertama, kemudian lanjut ke tahap selanjutnya. Jadi, kami tidak berbicara tentang taktik saat ini, kami tak berbicara tentang ini itu. Kami melakukannya secara bertahap,” ujar Tavares.

Ketika disinggung mengenai kondisi pemainnya saat ini, setelah menjalani latihan secara bertahap, Tavares mengaku tak bisa menggambarkannya. Sebab sampai pekan kemarin, masih ada pemain baru bergabung latihan. Baik karena memang baru bergabung ataupun karena baru sembuh dari cedera. Hal ini membuat kondisi pemain tak bisa merata secara keseluruhan.

Ia menyebut Nuriddin Dovranov dan Titus Bonai yang baru bergabung, serta Abdul Rachman yang baru pulih dari cedera. Tavares sendiri ternyata bukan tipe pelatih yang gemar melihat timnya berujicoba jelang kompetisi digeber. Latihan maksimal dalam persiapan, lebih disenangi pelatih asal Brasil ini.

“Saya tak terlalu suka banyak uji coba. Ini cara saya bekerja. Beberapa pelatih mungkin suka dengan banyak uji coba, tetapi saya tak suka. Saya lebih suka lebih banyak berlatih, bukan uji coba. Mungkin akan melakukan latihan kembali Sabtu depan melawan PON Kaltim. Tapi jika tak memungkinkan, itu tak masalah,” pungkasnya. (SU)