Tradisi Borneo FC Samarinda di setiap musim ternyata tak pernah berubah. Meminjamkan pemain muda ke klub lain demi mendapatkan jam terbang dan pengalaman, masih terus dilakukan. Musim ini, hal tersebut kembali dilakukan dengan meminjamkan M Iksan, bek kanan muda Pesut Etam. Musim lalu, Iksan mendapat beberapa kali jam bermain di bawah kendali Mario Gomez. Menariknya, musim ini Iksan akan kembali bertemu Gomez. Sebab ia dipinjamkan ke Arema FC, di mana Gomez menjadi arsitek di tim berjuluk Singo Edan tersebut.

“Kami sudah mencapai kesepakatan dengan Arema untuk melepas M Ikhsan dalam semusim mendatang. Ini kami lakukan agar Iksan mendapat jam bermain lebih dan dia berada di tempat yang benar," ujar Farid Abubakar, manajer tim.

Musim lalu, Iksan sudah merasakan ketatnya persaingan di Liga 1. Ia mendapat kesempatan bermain sebanyak 457 menit dengan rinician, 6 kali bermain sebagai starter di bek kanan. Dalam enam kali penampilan tersebut, hanya sekali Iksan ditarik keluar lapangan untuk diganti pemain lain. Ia pun tak pernah bermain dari bangku cadangan dalam 6 pertandingan tersebut.

Ketatnya persaingan musim ini di pos bek kanan, menjadi salah satu alasan mengapa Iksan akhirnya dipinjamkan. Selain ada nama Diego Micheils, juga terdapat sosok Makarius Suruan. Ini belum ditambah pemain lain seperti Wildanyah yang kerap dimainkan di pos tersebut jika dibutuhkan pelatih.

Namun Farid menegaskan, peminjaman Iksan ke Arema FC bukan tanpa alasan.
"Kami tak sekadar melepaskan Iksan ke tim lain. Di Arema ada sosok Mario Gomez yang memang membutuhkannya. Kami sih berharap ketika dia kembali ke Borneo musim depan, Ikhsan bisa jauh lebih matang dalam hal permainan dan mental," tutur Farid.

Dari sekian pemain yang sempat dipinjamkan Borneo FC Samarinda, nama Rifal Lastori dan kiper Gianluca Pandeynuwu bisa dikategorikan peminjaman yang berhasil. Rifal selama dua musim di PSS Sleman, menjelma menjadi pemain utama di tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut. Bahkan Rifal menjadi salah satu pemain paling berjasa di PSS, karena berhasil membawa tim itu promosi dua musim lalu. Sementara Gianluca sukses membawa PSPS Pekanbaru lolos ke 8 besar Liga 2 dua musim lalu, walau akhirnya gagal membawa tim tersebut promosi. (SU)