Era sepak bola industri mulai digadang klub-klub di Indonesia. Munculnya peraturan pemerintah soal larangan dana APBD membiaya klub sepakbola memaksa manajemen klub harus pintar mencari dana dalam mengelola.


Meski demikian, Pemerintah Kota Samarinda tetap tak bisa lepas tangan seratus persen. Pasalnya, kehadiran PBFC membawa nama Samarinda dikancah nasional juga patut diperhatikan.


Kondisi itu rupanya disadari Pemkot Samarinda. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda, mereka tetap memberikan perhatian melalui sarana tempat bertanding.


Seperti yang dilakukan Kepala Dispora Samarinda, H Makmun Andi, Kamis siang bersama jajarannya, Makmun melihat-lihat kondisi Stadion Segiri Samarinda, sebagai markas PBFC.


Mulai dari ruang ganti pemain, mess pemain, tribun penonton hingga rumput tak lepas dari perhatiannya. Dalam kunjungan kali ini, rombongan Dispora Samarinda diterima langsung Presiden Klub PBFC, Nabil Husean Said Amin.


"Kami dukung perjuangan PBFC Go ISL. Semoga tim ini semakin berprestasi dan membanggakan kota Samarinda," ungkap Makmun kepada Nabil.


Disisi lain, Nabil Husein Said Amin, Presiden Klub PBFC menerangkan pihaknya sejauh ini sudah berusaha sebaik mungkin membangun image klub profesional. Terbukti, manajemen PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum PBFC, diisi orang-orang yang paham sepakbola industri.


"Makanya manajemen tim sengaja saya isi dengan anak-anak muda yang tujuannya hanya mengejar prestasi di sepakbola tanpa tanda kutip, target kita ingin Go Asia. Ini wajib karena tanpa prestasi mending gak usah ada klub bola," ujar Nabil. (Pace)