Musim ini akan ada perubahan saat Borneo FC Samarinda menjalani laga kandang. Perubahan tersebut tak hanya terjadi di dalam lapangan, karena materi pemain memang sudah berubah sejak ada pergantian pelatih. Perubahan terbaru adalah di sisi non teknis, terutama di kepanitian. Munculnya nama Tommy Ermanto Pasemah sebagai ketua panitia pelaksana (panpel) baru, membawa perubahan dalam beberapa hal.

Kemarin, jajaran panpel membeberkan kesiapan mereka menyambut pelaksanaan Liga 1 musim ini. Memang perubahan tak dilakukan secara signifikan. Secara garis besar, semua akan berjalan normal atau seperti musim-musim sebelumnya. Namun Tommy menegaskan, beberapa fasilitas di dalam stadion yang sebelumnya seperti terabaikan akan dibenahi.

“Kami memperbaiki beberapa fasilitas yang seolah tak disentuh dalam beberapa musim ini. Salah satunya adalah pembersihan dan perbaikan sarana di toilet,” terangnya.

Selain itu pembenahan akses pintu masuk pun dilakukan. Beberapa pedagang atau parkir kendaraan yang menghambat akses ke pintu masuk akan ditata dengan baik. Tujuannya, agar penonton tak berlama-lama berada di depan pintu masuk seperti yang terjadi beberapa musim terakhir.

“Kalau jalur penonton ke loket penjualan tiket dan pintu masuk terhambat, itu akan membuat penonton merasa tak nyaman. Makanya kami membenahi hal ini. Penataan distribusi tiket dari loket ke pintu masuk kami estimasikan hanya 7 sampai 10 menit,” tegasnya.

Selain itu, panpel juga bekerjasama dalam hal penjualan tiket dengan café dan rumah makan. Hal ini akan terus digenjot, guna meningkatkan penjualan dan menambah pemasukan ke panpel.

Tommy juga ingin kerja sama yang baik antara panpel dan penonton, dalam hal ini berkaitan dengan keluhan. Disebutkannya, jika ada hal tak mengenakkan terjadi saat penonton akan menyaksikan laga Borneo FC Samarinda di kandang, dirinya meminta agar segera melaporkan keluhan tersebut.

“Silahkan lapor kalau ada panpel bekerja tak sesuai dengan apa yang diingikan penonton. Kami akan segera evaluasi dan hal itu akan langsung kami tindaklanjuti,” tambahnya lagi.

Pun dengan masalah parkir kendaraan. Tommy berharap petugas parkir di seputaran Stadion Segiri tak memungut biaya di luar batas. Sebab salah satu masalah yang kerap terjadi di Stadion Segiri adalah masalah biaya parkir.

“Kalau kendaraan roda dua, silahkan tarik restribusinya sesuai dengan harga pasaran. Jangan penonton ditarik dengan biaya Rp 5 ribu atau bahkan lebih. Saya pikir Rp 3 ribu sudah cukup untuk biaya parkir kendaraan roda dua,” sebutnya.
Untuk masalah lain seperti kebersihan di bangku penonton, terutama di VIP, Ketua Pusamania ini memastikan tak akan ada lagi debu di bangku penonton. Sebelumnya masalah kebersihan di bangku penonton ini pun kerap dikeluhkan.

“Kasihan penonton, harus membersihkan bangku dulu sebelum duduk. Sebab debunya memang tak pernah dibersihkan setiap menjelang pertandingan. Makanya musim ini, kami mengutamakan kenyamanan penonton dengan membenahi fasilitas di dalam stadion,” katanya.

Menariknya, panpel membuka layanan keluhan soal kinerja panitia dan kelemahan fasilitas di dalam stadion, dengan menyediakan layanan di media sosial Instagram. "Untuk layanan panpel silahkan hubungi di nomor 081351499207 dan di silahkan follow Instagram kami di @panpel_borneofc, untuk menyampaikan masalah pelayanan panpel,” katanya mengakhiri. (SU)