“Penyakit” lama Borneo FC Samarinda seolah tak sembuh. Meski musim ini perubahan komposisi dilakukan, dengan lebih banyak mendatangkan pemain berkarakter menyerang, namun masalah penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih. Musim lalu, Matias Conti dan Lerby Eliandri menjadi ujung tombak yang dipasang bergantian, bahkan sesekali diturunkan bersamaan. Hasilnya, sangat jarang Pesut Etam menang dengan skor besar di kandang, terlebih saat away.

Musim ini, Francisco Torres memang sudah memperlihatkan kualitasnya dengan dua gol dari dua laga. Sementara Diogo Campos dan Guy Junior yang diharapkan mampu menopang kinerja Torres, belum memperlihatkan ketajamannya. Di pertandingan melawan Persipura Jayapura, rentetan peluang berhasul didapatkan Borneo FC Samarinda. Namun sampai laga berakhir, hanya dua gol mampu disarangkan. Itupun salah satunya lewat eksekusi penalti dari Torres.

"Memang ini menjadi PR kami sejauh ini untuk terus membenahi penyelesaian akhir. Seperti kita lihat semua, kami banyak peluang tapi hanya dua gol yang tercipta saat bertemu Persipura. Ini yang akan kami benahi dalam setiap latihan," ujar Ahmad Amiruddin, asisten pelatih Borneo FC Samarinda.

Di pertandingan perdana kemarin, Campos, Guy Junior, Sultan Samma, Terens Puhiri bahkan M Sihran mendapatkan peluang mencetak gol. Namun semuanya tak tepat sasaran dan ada yang membentur mistar gawang. Sementara itu terkait dengan program latihan jelang menghadapi Persela Lamongan, Jumat (13/3) nanti, tim pelatih kemarin memberikan libur latihan kepada pemain.

"Kemarin pemain kami beri libur. Setelah pertandingan kami melakukan latihan pagi dengan dibagi dua tim. Pemain yang bermain kami beri recovery di gym. Sedangkan yang tidak bermain diberi porsi latihan di lapangan. Ini untuk membuat kondisi fisik mereka tetap sama," beber Amir.

Satu hal yang membuat tim pelatih senang adalah, kemampuan pemain menjaga intensitas permainan. Menghadapi Persipura, seluruh pemain disebutnya mampu menjaga ritme permainan tetap stabil.

"Hal itu menjadi salah satu kebanggaan tim pelatih. Intensitas pemain dari menit pertama sampai akhir tetap sama dan ini menjadi nilai plus buat pemain. Kami sih berharap hal ini bisa terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan di pertandingan selanjutnya,” pungkas Amir. (SU)