Kekhawatiran Borneo FC Samarinda pada Persela Lamongan seperti musim lalu, nyaris terulang pada laga ketiga kemarin sore di Stadion Segiri dalam lanjutan Liga 1 2020. Pesut Etam harus bersusah payah membungkus kemenangan atas anak-anak Laskar Joko Tingkir. Kemenangan 2-1 di akhir pertandingan, diraih dengan kerja sangat keras. Padahal Persela bermain hanya dengan 1 pemain asing saja. Dua gol Borneo FC Samarinda lahir dari kaki Wildansyah di menit 14 serta sontekan Titus Bonai di menit 29. Sementara gol balasan tim tamu lahir dari kaki Ady Setiawan di menit 49.

Bermain di depan empat ribu lebih penonton, Sultan Samma dan kawan-kawan sebenarnya tampil sangat dominan di babak pertama. Tekanan demi tekanan terus diarahkan garis pertahanan Persela yang dikawal Mochamad Zaenuri. Gol pertama lahir berkat aksi brilian Sultan. Ia berhasil melewati dua pemain belakang lawan, sebelum melepaskan umpan tarik pada Wildansyah.

Sementara gol kedua prosesnya tak jauh beda. Kali ini Dedi Hartono menjadi kreatornya. Namun Titus Bonai menyelesaikan umpan dengan sangat cantik. Sontekan kaki dalamnya membuat penjaga gawang Persela, Alfonsius Kelvan terkejut. Bola akhirnya masuk di sudut sempit.

“Seperti saya katakan sebelumnya, pertandingan hari ini tak akan mudah kami lewati. Persela memang tak tampil dengan kekuatan penuh, tetapi mereka sangat menyulitkan,” ujar Edson Taveres usai pertandingan.

Diakuinya, di babak pertama laga berjalan dengan mudah. Aliran bola dari belakang hingga ke depan berjalan sesuai dengan keinginan pelatih. Namun di babak kedua, performa tim sedikit menurun. Hal ini disebut Tavares bisa dimanfaatkan Persela. Kesalahan Sultan memberikan umpan di lini tengah, menjadi awal lahirnya gol Persela.

“Tapi saya melihat tim ini semakin berkembang. Bermainnya pemain yang belum pernah diturunkan seperti Titus Bonai, Rifal Lastori dan Abdul Rahman, membuat semuanya berjalan dengan baik. Komunikasi pemain di lapangan saya lihat tak ada masalah,” kata Tavares lagi.

Terpisah, Abdul Rahman mengakui kalau di babak kedua permainan rekan-rekannya menjadi kendur. "Saya pikir itu wajar, karena di saat tim sedang unggul tekanan ke pertahanan lawan jadi berkurang. Tapi yang terpenting adalah, kami bisa mendapatkan tiga angka,” tegasnya.

Dari kubu Persela, Nil Maizar menyesalkan pemainnya yang tak bisa mengaplikasikan taktik dan strategi di babak pertama. Hal ini membuat pemain Borneo FC dengan mudah mendominasi permainan. “Pemain kami saat mendapat bola, tidak langsung melancarkan tekanan. Tapi di babak kedua perubahan sudah dilakukan dan akhirnya kami bisa mencetak gol,” terangnya.

Menurut Nil, harusnya pertandingan bisa berakhir dengan imbang. “Tapi wasit melihat dari sisi lain pelanggaran di kotak penalti pada pemain kami,” sebutnya.

Terpisah, Ahmad Bustomi meminta maaf kepada supporter Persela, baik yang hadir di Stadion Segiri maupun menyaksikan laga lewat layar kaca. "Sudah tiga pertandingan kami jalani tanpa poin. Tapi kami akan terus berjuang untuk meraih hasil bagus nantinya,” kata mantan pemain timnas tersebut.

Usai menjamu Persela, para pemain Borneo FC Samarinda akan menjalani libur cukup panjang. Sebab pertandingan berikutnya baru akan dimainkan pada April mendatang. (SU)