Semakin merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, membuat otoritas tertinggi republik terus meningkatkan status darurat. Hal itu secara otomatis membuat kompetisi sepak bola di Indonesia turut terimbas.

Belum diputuskannya secara resmi perihal kelangsungan kompetisi Liga 1 oleh federasi dan operator, membuat sejumlah klub mengambil kebijakkan sendiri. Tak terkecuali Borneo FC Samarinda.

Ya, sejak 22 Maret 2020 manajamen klub memutuskan untuk me-lockdown segala aktivitas yang berhubungan dengan tim. Hal itu diutarakan manager Borneo FC Farid Abubakar. Menurutnya, kebijakan ini murni karena pertimbangan keselamatan. "Makanya kita stop untuk sementara waktu sampai tanggal 1 April," sahutnya.

Borneo FC Samarinda sebelumnya sempat berlatih rutin sepulang libur lima hari setelah pertandinhan pekan ketiga digelar. Namun status pandemi Covid-19 yang semakin meningkat, membuat Pesut Etam kembali menghentikan aktivitas skuadnya.

Tak sebatas itu, Borneo FC Samarinda juga mengambil langkah dengan melarang pemain dan official tim untuk bepergian keluar daerah selama lockdown di berlakukan. Mereka dihimbau untuk tetap di Kota Samarinda. "Jadi pemain diharap menjaga kondisi sebisanya, latihan ringan dan tidak keluar mess atau rumah bagi pemain yang di rumah. Tidak keluar pokoknya jika tidak mendesak. Kami juga ingatkan mereka untuk berkomunikasi dengan dokter setiap saat bila ada gejala sakit," paparnya lagi.

Borneo FC Samarinda menerangkan aturan yang diberlakukan tersebut sebagai upaya agar para pemain dan official Borneo FC tidak terpapar Covid-19. "Ya kami berharap situas ini segera membaik dan kita bisa kembali bertanding seperti semula," pungkas Farid. (ABE)