Tingkat kewaspadaan seluruh negara yang terpapar virus corona terus ditingkatkan. Beberapa negara bahkan sudah memberlakukan lockdown, agar penyebaran virus mematikan tersebut bisa dihilangkan. Sementara Indonesia mengantisipasinya dengan mengimbau kepada masyarakat agar tak banyak keluar rumah, serta mengurangi aktivitas pertemuan. Selain itu, antisipasi lain yang dilakukan warga Indonesia adalah melakukan penyemprotan disinfektan pada beberapa wilayah yang disinyalir wadah virus.

Di Samarinda, beberapa rumah ibadah dan instansi pemerintah serta swasta pun melakulan penyemprotan disinfektan guna mencegah wabah virus meluas. Borneo FC Samarinda pun tak mau ketinggalan untuk masalah antisipasi ini. Kemarin, mess pemain di Jalan Aminah Syukur disemprot disinfektan. Semua kamar pemain serta sudut ruangan di mess tak luput disemprot.

Dokter tim Borneo FC, Hadi Wijaya saat dikonfirmasi mengaku, penyemprotan yang dilakukan sebagai bagian dari pencegahan karena merebaknya wabah virus saat ini. "Disinfektan itu kan sifatnya membunuh virus dan bakteri. Jadi kami berharap virus dan bakteri di mess pemain bisa mati karena semprotan yang kami lakukan. Ini bagian dari pencegahan,” sebutnya.

Dikatakan Hadi, penyemprotan sengaja dilakukan untuk mengantisipasi. Sebab banyak teman serta tamu pemain keluar masuk setiap hari. "Kita kan tidak tahu siapa-siapa yang datang ke mes pemain. Jadi kalau yang datang membawa kuman, bisa dibunuh dengan disemprot,” tambahnya.

Menurut Hadi, ide penyemprotan mess ini datang dari pelatih, manajemen serta tim medis tim. Mengingat semakin parahnya penyebaran di beberapa daerah, terutama di Jakarta, membuat manajemen tak mau mengambil risiko. "Kita semua tentu tak mau berharap ada yang terjangkit virus ini, terutama pada pemain Borneo FC Samarinda. Yang pasti terus mengingatkan pemain, agar tak banyak keluar mes atau rumah setelah latihan. Berdiam di rumah jauh lebih efektif mengurai penyebaran virus saat ini,” tegasnya. (SU)