Pandemi Covid-19 yang melanda 150 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia membuat sejumlah agenda yang telah disusun berantakkan. Beberapa kompetisi sepakbola dunia, terpaksa dilakukan penyesuain. Tak terkecuali Liga Indonesia.

Ya, kompetisi sepak bola tanah air turut terimbas dengan persoalan tersebut. Puncaknya ketika PSSI selaku federasi sepak bola tanah air mengeluarkan keputusan untuk menunda semua aktivitas kompetisi, baik Liga 1 maupun Liga 2.

Dalam surat keputusan PSSI bernomor SKEP/48/III/2020 itu turut diterangkan bahwa selama masa diberhentikannya hingar bingar kompetisi, klub diwajibkan hanya membayar maksimal 25 persen dari nominal kontrak kepada pemain maupun official. Aturan itu efektif berlaku terhitung mulai bulan Maret hingga Juni.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Borneo FC Samarinda Nabil Husien Said Amin memastikan tetap patuh terhadap keputusan tersebut. Termasuk akan menerapkan isi dari keputusan tersebut.

"Kami pada intinya tetap mengikuti keputusan yang sudah ditentukan, dan ini sudah kita bicarakan dengan perwakilan pemain, tidak ada masalah kami semua di Borneo FC Samarinda sepakat ikut arahan PSSI," ujarnya.

Nabil menambahkan dirinya berharap permasalahan saat ini segera bisa teratasi. Sehingga kompetisi sepak bola bisa segera bergulir kembali. "Saya sangat berharap permasalahan yang ada di dunia saat ini segera berakhir, dan kita semua sehat-sehat dan kompetisi bisa berjalan normal lagi," pungkasnya. (SU)