Keputusan Borneo FC Samarinda mengikuti arahan dari PSSI perihal penyetopan kompetisi, termasuk di dalamnya turut mengatur perihal skema pembayaran gaji disikapi oleh penggawa Borneo FC Samarinda dengan lapang dada.

Perwakilan pemain lokal Diego Michiels dan pemain asing Javlon Guseynov menerangkan pihaknya bisa menerima kondisi itu, mengingat situasi juga dalam masa darurat akibat penyebaran Covid-19.

"Kami sudah diajak diskusi oleh manajemen tim. Jadi demi kepentingan bersama, kami sepakat saja," ujar Diego Michiels, yang juga kapten tim tersebut.

Seperti diketahui, dalam surat PSSI bernomor SKEP/48/III/2020 disebutkan perihal pembayaran gaji, klub maksimal hanya diwajibkan membayar 25 persen dari nominal kontrak.

Sama halnya dengan Diego Michiels, Javlon Guseynov sebagai perwakilan pemain asing mengaku menerima keputusan tersebut. Terlebih situasi saat ini terjadi karena kondisi dianggap darurat.

"Ini adalah situasi yang sulit bagi setiap orang, terutama bagi klub. Kita harus memberikan dukungan dan saling memahami satu sama lain," paparnya.

Di sisi lain, Presiden Borneo FC Samarinda memuji pengertian yang ditunjukkan penggawa Pesut Etam. "Saya berterimakasih karena pemain bisa mengerti kondisi ini, hal-hal positif inilah yang membuat saya terharu di tengah situasi sulit saat ini, dan saya berharap semoga keadaan kembali normal dan kita semua sehat-sehat," pungkas Nabil.
(AHS)