Merebaknya pandemi virus Covid-19 membuat PSSI mengeluarkan surat dengan nomor 48/SKEP/III/2020 yang memutuskan bahwa Liga 1 terhenti sementara hingga Mei 2020 dan mengatur klub agar membayarkan gaji pemain dan official sebanyak 25% selama masa force majeur ini. Namun, di tengah keadaan ini, skuat Pesut Etam bersepakat untuk menyumbangkan 2% dari gaji mereka untuk membantu penanganan virus Covid-19.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Asisten Pelatih Borneo FC Samarinda, Amiruddin. Menurutnya, hal ini berawal dari obrolan santai bersama Presiden Klub, Nabil Husien Said Amin.

"Awalnya, ini bincang-bincang santai dengan presiden klub melihat wabah virus corona ini. Kemudian muncul ide untuk berbagi sebagai bentuk empati," ucap Amir, sapaan akrabnya.

Ia pun senang dengan respon positif dari tim yang sangat antusias dengan ide ini. "Sebenarnya kami tidak yakin ide ini bisa terwujud karna kita tau semua bahwa gaji yang akan diterima kan sisa 25% akibat liga untuk sementara distop. Tapi Masya Allah, respon dari kawan-kawan semua sangat antusias.Semoga ini dapat membantu. Terima kasih untuk teman-teman semua, semoga berkah. Aamiin," lanjutnya.

Secara terpisah, Sultan Samma, salah satu penggawa Pesut Etam berharap bahwa bantuan ini bisa memberikan dampak agar penanganan yang dilakukan dapat berjalan maksimal.

"Ya, ini kesepakatan pemain untuk disumbangkan bagi penanganan corona. Ini hal yang baik karena dengan membantu dengan cara ini, semoga bisa membantu meringankan beban kita bersama dalam penanganan virus Covid-19 ini. Ini bentuk solidaritas pemain Borneo peduli terhadap sesama. Dan mohon doanya semoga Covid-19 ini hilang secepatnya dan kita bisa kembali bermain bola lagi di liga," ucap Sultan. (ANS)