Kembalinya pemain dan official Borneo FC Samarinda ke kampung halaman masing-masing karena terhentinya Liga 1 2020 hingga akhir Mei mendatang membuat mereka mempunyai banyak waktu bersama keluarga. Hal ini pun turut dialami oleh Wildansyah. Terlebih, saat ia mendampingi anak-anaknya untuk belajar di rumah karena sekolah turut diliburkan.

"Kegiatan selama kompetisi dihentikan selain latihan sendiri menjaga kondisi, waktu bersama keluarga makin bertambah. Saya ditugaskan mendampingin anak-anak saya belajar dari sekolahnya," tutur Wildan.

Tak hanya itu, selama di rumah, Wildan pun juga melakukan olahraga panahan untuk mengisi waktunya. Ada alasan Wildan memilih panahan untuk dilakukannya.

"Saya belajar olahraga panahan tahun 2017, saya ikut di salah satu Klub panahan di Bandung. Kenapa saya memilih panahan, karena olahraga ini menjadi salah satu yang di Sunnah kan Rosul dan Nabi Muhammad Sallalahu a'laihi wassalam kita. Lalu, panahan ini mengajarkan kita buat fokus dan konsentrasi yang tinggi," terangnya.

Di tengah pandemi yang tengah terjadi saat ini, Ia pun juga berharap agar semua bisa segera berakhir dan kegiatan kembali berjalan normal.

"Semoga Allah angkat wabah dan musibah ini dari bumi ini, khususnya negara kita Indonesia. Karena yang terdampak bukan hanya sepakbola saja tapi semua pekerjaan.
Jadi saya berharap semua kembali normal agar sepakbola di dunia dan Indonesia bisa berjalan lagi.

Menutup percakapan, Wildan pun mengajak masyarakat untuk berdoa dan tetap tenang dalam menghadapi situasi ini.

"Buat semua, mari kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah angkat musibah ini. Jangan panik dan tetap tenang. Mari lawan corona dengan ikhtiar dan do'a," tutup Wildan. (ANS)