Teka-teki kelanjutan Liga 1 sampai saat ini belum terjawab. Masih mengguritanya wabah Covid-19, membuat banyak asumsi terjadi saat ini. Beberapa klub memang menginginkan kompetisi tetap dilanjutkan setelah wabah berakhir, atau saat 29 Mei mendatang. Namun kepastian apakah wabah virus berakhir pada akhir Mei tersebut, tak seorang pun berani memprediksinya.

Jika memang tanggap darurat dari pemerintah diperpanjang sampai melewati Mei, maka besar kemungkinan kompetisi tak dilanjutkan lagi. Saat ini PSSI bersama operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah merancang beberapa kemungkinan jika kompetisi dihentikan. Salah satunya adalah menggelar turnamen serta semikompetisi sebagai kompetisi pengganti Liga 1. Namun bagaimana format turnamen atau semikompetisi, masih dalam pembahasan PSSI dan PT LIB.

Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said mengaku, pihaknya tak mau memaksakan diri untuk meminta kompetisi tetap dilanjutkan setelah wabah berakhir. Sebab menurutnya, hal terpenting saat ini adalah memikirkan bagaimana pandemi Covid-19 bisa berakhir lebih cepat.

“Jika memang itu (kompetisi dihentikan) menjadi yang terbaik, kami dari Borneo FC akan mengikutinya. Sebab tak mungkin juga memaksakan kompetisi saat kondisi belum stabil,” ujar Nabil.

Dikatakannya lagi, masa tanggap darurat pada 29 Mei mendatang tak bisa dijadikan patokan. Sebab punah atau tidaknya virus di Indonesia tak bisa diprediksi pastinya.

“Makanya saya katakan, kami akan mengikuti yang terbaik saja,” sambungnya.
Nabil menambahkan, semua pihak saat ini harus bersatu memerangi wabah di Indonesia. Sebab hal terpenting ujarnya adalah, bagaimana wabah berakhir dan semua sektor kehidupan bisa kembali berjalan normal. Saat ini kondisi di tengah masyarakat jauh berbeda, yang berimbas pada semua aktivitas termasuk di dunia olahraga, khususnya sepak bola.

“Kalau semua ini sudah berakhir, kita bisa mempersiapkan rencana-rencana lain ke depan. Sementara ini kita tak bisa menyusun plan A atau B, karena wabah virus masih terjadi di Indonesia,” tegasnya. (SU)