Pemain bertahan Borneo FC Samarinda asal Uzbekistan, Javlon Guseynov tak bisa pulang ke kampung halaman. Hal ini dikarenakan sejak pandemi virus corona atau Covid-19, sejumlah transportasi tak bisa menjangkau kampung halamannya, Uzbekistan.

Selama Ramadan, Javlon yang tinggal di salah satu perumahan di Kota Tepian hanya di rumah saja. Ia pun membeberkan kegiatannya selama di rumah. "Berpuasa, di rumah saja, beribadah dan berdzikir kepada Allah, membaca buku dan latihan mandiri," kata Javlon.

Terkait menu favoritnya ketika berbuka dan sahur, Javlon tak bisa menjelaskannya secara rinci. "Saya tidak bisa mengatakan hanya satu makanan saja yang saya suka. Karena setiap hari saya makan makanan yang berbeda," jawab Javlon.

Terkait perbedaan berpuasa antara negaranya dengan Indonesia, menurutnya, hanya perbedaan waktu. Di Uzbekistan, waktu berpuasa itu hampir 16 jam. Selain itu, Javlon menilai tak ada perbedaan lainnya.

Namun, dirinya tak memungkiri bahwa di bulan suci ini, ia juga ingin bersama dengan keluarga seperti pemain lainnya, walaupun Javlon mengaku bahwa ia sudah terbiasa tinggal jauh dari keluarga.

"Bulan Ramadan tahun lalu, rekan setim merupakan keluarga saya di sini, namun karena pandemi ini saya tidak bisa bersama dengan mereka. Saya berterima kasih kepada boss Nabil yang saat ini mendukung dan peduli dengan saya saat ini," jelas Javlon.

Javlon pun berharap pandemi ini bisa segera berakhir secepatnya agar kegiatan bisa kembali normal.

"Saya berharap kompetisi bisa kembali berjalan dan kami bisa melakukan pekerjaan tercinta kami dan dapat memberi kebahagiaan kepada suporter kami. Saya berharap semua orang tetap aman dan kuat," harap Javlon. (SA)