Selain Javlon Guseynov, pemain Borneo FC Samarinda asal Tajikistan, Nuriddin Davronov juga bertahan di Samarinda. Menjalani ibadah puasa di Kota Tepian, pemain yang akrab disapa Nur tersebut meluangkan waktu melatih kekuatan di rumah. Tak hanya itu, ia pun juga rutin melakukan aktivitas lainnya.

"Setelah sholat ashar, saya pergi dengan Javlon ke stadion untuk berlari dan berlatih dengan bola untuk menjaga kebugaran kami. Selain itu, saya juga sering melakukan video call dengan keluarga," ungkap pemain berposisi sebagai gelandang tersebut.

Ia pun juga bercerita tentang menu yang biasa dikonsumsinya saat menjalani puasa. Nur hanya memakan dua buah pisang dan minum air mineral secukupnya ketika sahur. "Dan ketika berbuka, saya lebih banyak memasak bersama Javlon. Makanan tradisional khas daerah kami," lanjutnya.

Tahun ini, merupakan Ramadan kedua Nur di Indonesia. Ia merasakan Ramadan pertama kali di Indonesia pada saat ia masih bermain untuk Madura United.

"Tak ada perbedaan khusus antara Ramadan di Indonesia dan Tajikistan. Hanya saja, di Tajikistan waktu berpuasa berkisar antara 15-16 jam," ujar Nur ketika ditanya perihal perbedaan melakukan puasa di Tajikistan dan Indonesoa

Selama di Samarinda, Nur mengaku tak sulit untuk beradaptasi. Apalagi, ia mengaku cocok dengan makanan di Indonesia. "Saya sangat menyukai Soto Lamongan dan Nasi Goreng," kata Nur.

Sehubung ditutupnya bandara di Dushanbe, Tajikistan. Nur pun harus ikhlas karena tak bisa menjalani ibadah puasa bersama keluarganya. Dan ntuk melepas rindu, Nur setiap hari selalu melakukan video call dengan keluarganya.

"Saya hanya bisa bersabar dan selalu beribadah selalu memanjatkan doa kepada Allah agar semua ini (pandemi) bisa segera berakhir dan semua bisa kembali normal seperti semua. Dan juga yang terpenting, semoga Liga 1 dapat kembali berjalan," harap Nur. (AM)