Asisten pelatih Borneo FC Samarinda, Ahmad Amiruddin mendapatkan kabar baik pada 2 Mei lalu. Sertifikat pelatih lisensi B AFC diterimanya di Makassar. Sebuah penanda jika Amir sudah naik kelas.

Amir mengikuti kursus kepelatihan untuk mengambil lisensi AFC B pada Juni lalu. Berlangsung selama dua kali di bulan berbeda.

"Mulai kursus Juni 2019. Selama dua minggu. Lanjut Agustus 2019 selama dua minggu juga. Di Jogjakarta," kata Amir.

Amir sudah menjadi asisten pelatih Borneo FC Samarinda sejak 2016 lalu. Kala itu, dirinya masih berstatus pelatih berlisensi D. Melihat potensi dan dedikasinya untuk tim, Borneo FC Samarinda lalu memfasilitasinya untuk mengikuti kursus kepelatihan lisensi AFC C. Berlanjut tahun lalu untuk lisensi AFC B. Semuanya didukung dan dibiayai oleh Borneo FC Samarinda.

Dengan alasan itulah, meski kini Amir sudah bisa menjadi pelatih kepala untuk tim Liga 2. Seperti yang ditempuh kompatriotnya, Ricky Nelson yang kini membesut Sulut FC. Amir menolak kemungkinan itu.

"Saya pribadi memilih setia untuk Borneo FC Samarinda. Saya dapat lisensi ini pun berkat Borneo. Dan saya merasa sangat nyaman di klub. Jadi belum ada alasan untuk hengkang," lanjutnya.

Saat mengikuti kursus lisensi AFC B. Amir mengaku mendapat banyak pelajaran penting sebagai pelatih sepak bola. Yang kemudian bisa diterapkannya di Borneo FC Samarinda. Dengan menyelaraskan program latihan yang diterapkan Edson Tavares.

"Banyak sekali ilmu yang saya dapat. Tapi poin paling pentingnya ada tiga. Yakni transisi, defending, dan attacking. Sama satu lagi filanesia atau filosofi sepak bola Indonesia," katanya.

"Ke depan, jika ada kursus untuk lisensi A. Borneo FC Samarinda mendorong saya untuk mengikutinya lagi. Saya benar-benar berterima kasih kepada manajemen untuk hal ini," tutupnya. (ARF)