Liburnya kompetisi akibat Covid-19 membuat para pemain Borneo FC Samarinda dipulangkan ke daerah masing-masing. Suasana kebersamaan para pemain dan staff pelatih baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan pun dirindukan oleh Wildansyah. Ia pun menceritakan kedekatannya dengan mereka.

"Alhamdulillah Saya dan semua pemain Borneo FC dekat satu sama lain. Kalau pemain yang sering keluar, jalan atau ngobrol sama adik-adik saya, Ulul sama Sihran," ujar Wildan.

Ia pun membeberkan alasannya bisa menjadi sangat dekat dengan Ulul dan Sihran. "Kalau ditanya kenapa bisa dekat, pasti dekat orang kita 1 mess. Alasan yang lain, karena kita sering ke tempat kajian ilmu agama sama-sama," ungkapnya.

Banyak hal yang sering diobrolkan Wildan bersama mereka, topik khususnya terutama mengenain sepakbola dan ilmu agama.

"Kalau ngobrol paling saya suka cerita pengalaman saya waktu awal-awal sepakbola aja. Kalau yang pasti yang utama ngobrol soal Agama Islam. Saling berbagi pengalaman. Apa aja yang dirasakan setelah belajar Agama. Itu saja."

Selama libur kompetisi ini, Wildan pun berusaha untuk tetap berkomunikasi dengan mereka walaupun berada di daerah yang berbeda.

"Kalau komunikasi secara langsung jarang, mungkin kita suka komunikasi lewat sosmed masing-masing. Kita bisa tahu kabar dan kegiatan mereka selama libur. Semoga Allah jaga dan istiqomah kan mereka. Aamiin," kata Wildan mengakhiri. (AM)