Musim ini, Borneo FC Samarinda punya kedalaman skuat yang bagus. Terutama di sisi serang sayap kanan. Sultan Samma, Diogo Campos, Guy Junior, Rival Lastori, M. Sihran, Dedi Hartono, dan Terens Puhiri fasih mengisi posisi tersebut. Namun dua nama terakhir lebih diandalkan oleh Edson Tavares. Jika menilik penampilan Borneo FC Samarinda di tiga laga awal.

Terens Puhiri dan Dedi Hartono memang diplot sebagai pemain sayap kanan murni dalam formasi 4-2-3-1 ataupun 4-4-2 yang diterapkan Edson Tavares. Perbedaan karakter permainan antar keduanya kemudian menjadi keuntungan tersendiri bagi Borneo FC Samarinda. Terens diketahui merupakan pemain sayap yang lincah dan cepat. Sementara Dedi Hartono yang lebih tua 9 tahun, lebih mengandalkan sentuhan satu dua lalu memainkan umpan-umpan bawah. Dari laga yang sudah dilalui, Edson kerap mengutak-atik sisi kanan ini. Menyesuaikan kekuatan lawan di sektor bek kiri tentunya.

"Benar, saya akui jika karakter kami berbeda. Tapi kami bermain untuk tim. Bukan untuk pribadi. Saya rasa ini hal yang bagus buat tim," ungkap Terens.

Terens telah memainkan dua laga. Dengan total waktu 61 menit. Ia absen di laga ketiga karena cedera. Dari dua laga, Terens membuat 1 asis. Sementara Dedi bermain di seluruh laga Borneo FC Samarinda. Sekali sebagai starter saat Terens cedera. Dua laga lainnya dimulai dari bangku cadangan. Dari 169 menit merumput, Dedi mengkreasi 2 asisst. Menilik statistik ini, artinya Borneo FC Samarinda cukup produktif di sisi kanan. Karena bisa mengkreasi umpan matang berujung 3 gol dari 6 gol yang dibuat Pesut Etam dalam 3 laga.

Sadar bahwa Dedi Hartono punya potensi menit bermain yang lebih banyak, Terens tak menganggap Dedi sebagai ancaman bagi karirnya.

"Sama sekali tidak menganggap sebagai ancaman. Malah saya respek sekali dengan Bang Dedi. Karena ia adalah senior dan berpengalaman di sepak bola," akunya.

Di luar lapangan, Terens mengaku memiliki hubungan yang baik dengan eks Mitra Kukar itu. "Tapi sejauh ini kami belum pernah ngobrol soal sepakbola. Lebih sering bahas topik lain atau bercanda saja," ucapnya sembari tersenyum.

Terens, 23 tahun, seperti dikatakan sebelumnya. Ia bersyukur dengan kehadiran Dedi Hartono di tim. Lantaran ia bisa belajar banyak dari sosok Dedi. Baik dari segi permainan, ataupun kepribadian. Terens pun tak sabar untuk kembali bermain sepak bola dan meneruskan persaingan sehatnya dengan Dedi Hartono.

Kini dikesehariannya selama pandemi, Terens banyak melakukan aktivitas di rumah. Terutama melakukan olahraga untuk menjaga kondisi tubuh. Suplemen makanan dan vitamin pun ia jaga ketat.

"Selain itu saya lagi senang-senangnya mengurus ikan koi di halaman rumah saya," tutupnya. (AVA)