Bakal digulirkannya kembali kompetisi Liga 1 mulai September mendatang, langsung direspon para pemain Borneo FC Samarinda dengan gembira. Meski harus menjalani berbagai macam protokol kesehatan saat latihan, akan bertanding dan setelah bermain, pemain menyatakan sangat senang dengan adanya kabar tersebut.

Salah satu pemain senior Borneo FC Samarinda, Wildansyah saat dikonfirmasi mengaku sangat bersyukur dengan dilanjutkannya kompetisi, meski nantinya tak akan bermain di Stadion Segiri.

“Yang pasti saya bersyukur. Alhamdulillah kalau memang liga akan kembali dilanjutkan. Tapi kami juga harus tahu kondisi yang terjadi saat ini. Seandainya kembali digelar, maka harus memperhatikan segala aspek. Karena ini menyangkut kesehatan pemain, pelatih dan yang terlibat didalamnya,” ujar Wildan.

Sampai saat ini PSSI maupun PT LIB memang belum mengeluarkan aturan ketat yang akan dijalankan seluruh tim, saat kompetisi akan dimulai. Namun mengacu pada digulirkannya kembali kompetisi di Eropa dan Asia, setidaknya ada acuan yang bisa dijadikan patokan. Artinya protokol kesehatan benar-benar harus dijalankan dengan maksimal. Sebab menurut Wildan, aturan ketat tersebut bukan hanya berguna untuk diri sendiri, tetapi seluruh unsur yang terlibat di setiap pertandingan.

“Semua pasti berharap kompetisi ini sehat dan berjalan lancar sampai selesai. Paling utama semoga untuk kompetisi kedepannya, kita bisa kembali bermain dengan keadaan kondisi normal,” tegas pemain di posisi stopper tersebut.

Hal nyaris senada diungkapkan kiper muda Pesut Etam, Gianluca Pandeynuwu. Saat pertama kali mendengar kabar kompetisi akan dilanjutkan, ia langsung bersyukur. Sebab seandainya dihentikan, maka akan menunggu lama untuk musim selanjutnya.

“Perasaan saya pasti senang. Sebab dengan dimulainya liga, berarti semuanya bakal normal lagi walaupun perlahan-lahan. Saya sih berharap semoga kompetisi berjalan lancar sampai selesai dan semua pemain pelatih dan semua orang yang terlibat aman dan sehat selalu,” terangnya.

Saat disinggung mengenai agenda pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa, Gian mengaku tak masalah.

“Memang sangat disayangkan tak bisa bermain di depan publik sendiri. Tapi bagi saya dan pasti semua pemain Borneo FC, hal tersebut bukan masalah besar. Kami akan tetap berjuang semaksimal mungkin di setiap pertandingan walau tak disaksikan langsung suporter,” pungkasnya. (SU)