Salah satu pemain muda Pesut Etam, Arya Gerryan Senyiur Lawolo masih terus mengejar laga debutnya. Ia ingin melakukannya agar bisa mengabulkan keinginan sang ayah, Darwin Gerry Lawolo yang sudah wafat beberapa tahun lalu. Menurut Arya, sebelum wafat, sang ayah mengutarakan keiinginan untuk melihat Arya bermain di lapangan dalam sebuah pertandingan resmi. Namun, setelah bergabung dengan Borneo FC Samarinda, sang Ayah terlebih dahulu berpulang.

Arya mengaku apa yang disampaikan ayahnya sebelum mengembuskan napas terakhir masih terngiang. Itu menjadi motivasinya untuk mendapatkan satu tempat di tim inti Borneo FC Samarinda.

"Saya dan ayah dulu nonton bareng pertandingan di stadion. Kemudian ayah menunjuk ke tengah lapangan dan berbisik ke saya, kamu nanti di sana bermain, ayah di sini menonton kamu. Itu kata ayah yang membuat saya termotivasi untuk terus mengejar debut di Borneo FC," cerita Arya.

Arya mengakui, tak mudah mendapatkan satu tempat di tim inti. Namun, bukan mustahil jika dia bekerja keras dan disiplin, kesempatan tampil akan datang memghampirinya. Pemain yang kini memperkuat Timnas Indonesia U-19 ini mengaku sangat senang bisa membela klub kampung halaman.

"Saya sangat senang bisa membela tim kebanggaan Samarinda. Ini atas kebaikan Bos Nabil dan manajemen yang baik. Di sini banyak pemain bintang dan berpengalaman, jadi bisa sekalian menimba ilmu," ucapnya.

Ia pun mengungkapkan dukungan dari pemain senior juga didapatnya. Hal ini pun makin menambah motivasinya untuk bisa memberikan kemampuan terbaiknya untuk klub yang dibelanya ini.

"Semoga saja dengan banyak bimbingan dari pemain senior, saya bisa memberikan yang terbaik buat Borneo FC dan bisa mendapatkan debut jika kompetisi kembali diputar nanti," kata Arya. (IST)