Laga belum digelar, teror psikis sudah dirasakan skuad Pusamania Borneo FC (PBFC) saat melawat ke Wamena. Perjalanan panjang yang harus ditempuh Amadeus Suropati dan kawan-kawan menjadi semakin melelahkan setelah panpel tuan rumah tak melakukan tugasnya dengan baik.


Berangkat Senin (22/9) sore dari Samarinda, dan terbang dari Bandara AM Sulaiman Sepinggan Balikpapan pukul 8 malam, skuad PBFC harus transit di dua kota yakni Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Sentani Jayapura sebelum akhirnya mendarat pada Selasa siang di Bandara Wamena.


Sesampainya di Wamena, rombongan PBFC yang berjumlah 19 orang, dimana 13 diantaranya adalah pemain harus tertahan satu jam lebih menunggu kedatangan Liaison Officer (LO) Persiwa. "Tak ingin terlantar lama, kami langsung menyewa mobil sendiri menuju hotel. Kasian pemain sudah letih sekali, mereka ini harus istirahat," urai Tommy Ermanto Pasemah, manager PBFC. dengan nada kesal.


Diceritakannya sejak dari Samarinda tidak ada satupun nomor kontak dari panpel dan manajemen Persiwa yang bisa dihubungi. "Bahkan setelah kami mendarat di Jayapura hingga tiba di Wamena, kami telepon semuanya tidak ada yang aktif. Kami bahkan sampai menelpon pemain Persiwa, dan jawabannya mereka tidak tahu soal panpel," ungkapnya.


"Tapi saat ini seluruh pemain sudah berada di hotel. Untuk ujicoba lapangan kami belum bisa pastikan dipakai apa tidak. Nanti saya diskusikan lagi sama pelatih. Karena saat ini anak-anak sangat kelelahan," pungkas Tommy. (Pace)