Setelah dua pekan berkutat dengan peningkatan fisik pemain dan diselingi dengan mengembalikan sentuhan pemain dengan bola, kini Mario Gomez mulai menjalankan program penyelesaian akhir dalam tim. Program ini dianggap sangat penting, mengingat hasil akhir dari satu pertandingan ditentukan lewat gol.

Asisten pelatih Ahmad Amiruddin mengaku bahwa tim pelatih pelan-pelan mulai meningkatkan program latihan agar pemain bisa cepat beradaptasi.

"Memasuki minggu ketiga, kami sudah mulai bertahap masuk pada taktik permainan dengan mulai memberi penekanan pada penyelesaian akhir dari kotak penalti maupun crossing," ujar Amir.

Pemain yang bermain sebagai winger dan bek, mendapat jatah memberikan umpan crossing ke kotak penalti. Dedi Hartono, M Sihran dan pemain lainnya, diwajibkan mengirimkan umpan silang kepada para striker.

"Sentuhan semacam ini harus terus dilatih agar pemain terbiasa memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi gol. Musim lalu salah satu kelemahan kami ada di sisi ini. Makanya pelatih kepala ingin musim ini ada peningkatan dari sisi produktivitas gol,” ujarnya.

Dalam latihan ini, tersisa dua pemain asing yang belum bergabung yakni Diogo Campos dan Nuriddin Davronov yang masih dalam perjalanan menuju Samarinda. Sedangkan Francisco Torres mulai hari ini sudah mulai berlatih bersama tim.

"Kami memang tinggal menunggu dua pemain asing datang. Setelah itu lengkap sudah komposisi tim ini. Jadi saat mengarungi kompetisi nanti kami mempunyai kedalaman yang merata,” tambah Amir.

Disebutkannya, semua pemain Borneo FC dituntut siap saat mendapat kepercayaan pelatih untuk bermain. Sebab dengan jadwal kompetisi yang sangat padat, Borneo FC membutuhkan semua tenaga pemain. Baik pemain senior maupun pemain muda.

“Seperti yang dikatakan pelatih kepala, kami butuh 24 pemain yang siap bukan 11 pemain. Sebab kompetisi nanti sangat padat dan itu sudah pasti menguras tenaga pemain,” tegasnya. (SU)