Lanjutan kompetisi Liga 1 mulai bergulir dua pekan lagi. Seluruh tim kini berlomba-lomba mempersiapkan timnya, agar tak jadi “bancaan” di semua pertandingan. Meski PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan tak ada degradasi di musim ini, namun banyak tim dengan sangat serius memoles pemainnya agar bisa bermain maksimal.

Namun mepetnya waktu saat ini membuat seluruh tim pelatih harus bisa membagi program latihan dengan baik. Sebab seluruh tim hanya punya kesempatan bersiap tak lebih dari 1,5 bulan. Hal ini pun terjadi pada Borneo FC Samarinda. Sejak menjalani latihan bersama pada 24 Agustus lalu, kesempatan bersiap dengan skuad lengkap terhitung hanya dua pekan lebih saja.

Asisten pelatih Pesut Etam, Ahmad Amiruddin pun mengakui jika persiapan Borneo FC tak begitu maksimal dengan waktu yang ada saat ini.

“Kalau dibilang tak ideal, memang tak ideal. Sebab waktunya sangat mepet saat ini. Tapi hal ini tak hanya kami yang mengalami, sebab tim-tim lain pun demikian. Bahkan ada yang persiapannya lebih singkat dibandingkan kami,” ujar Amir, sapaan pria asal Sulawesi Selatan ini.

Dikatakannya, secara keseluruhan persiapan tim menuju kompetisi dipastikan tak samapi 100 persen. Namun ia menegaskan, disinilah perlunya kedalam skuad di kompetisi. Sebab dengan materi pemain yang mumpuni, akan memudahkan tim pelatih melakukan rotasi di setiap pertandingan.

“Jelas kami perlu merotasi pemain. Mungkin setelah sekali atau dua klai pertandingan, rotasi akan kami lakukan untuk menyegarkan tim. Pertandingan nanti pasti melelahkan, karena jadwalnya juga sangat padat,” ujar Amir lagi.

Saat ini di kubu Borneo FC Samarinda terdapat 30 pemain. Dijelaskan Amir, kemungkinan besar seluruh pemain akan dibawa ke Yogyakarta, tempat di mana Sultan Samma dkk akan ber-home base. Selain jadwal padat, Amir juga menuturkan jika antara satu pertandingan ke pertandingan lain, harus dilewati pemain lewat jalur darat. Inilah yang akan lebih menguras tenaga pemain selain pertandingan di lapangan.

“Makanya saya bilang tadi, kami perlu kedalaman skuad untuk rotasi,” imbuhnya.

Sementara itu saat disinggung mengenai pemain yang terlambat bergabung, Amir mengaku tak ada masalah dari sisi kesiapan fisik mereka. Nuriddin Davronov adalah pemain paling akhir bergabung, tepatnya mulai dua hari lalu. Namun Amir menegaskan jika kondisi fisik Davronov tak terlalu jauh tertinggal dengan pemain lain.

“Nuriddin tak harus memulai latihan fisiknya dari nol. Sebab saat berada di negaranya, ia juga tetap latihan. Memang beda latihan bersama dengan latihan sendiri, tetapi Nuriddin tak terlalu jauh tertinggal,” terangnya.

Untuk pemain yang terlambat lainnya seperti Francisco Torres dan Diogo Campos, Amir menegaskan tak ada masalah. Namun mereka harus menjalani latihan secara bertahap, agar bisa mengimbangi pemain lain yang sudah latihan sejak awal pemain berkumpul.

“Insya Allah semuanya akan siap di pertandinpgan nanti, meski seperti di awal saya katakan waktunya tak ideal. Namun semua harus kami maksimalkan untuk menghadapi lanjutan kompetisi nanti,” ujarnya mengakhiri. (SU)