Dua kali uji coba sudah dijalani Borneo FC Samarinda dalam persiapannya menghadapi lanjutan Liga 1, awal bulan depan. Usai menang tiga gol tanpa balas di kandang sendiri menggadapi Persiba, hasil imbang 1-1 didapat anak-anak Pesut Etam saat menjadi tamu bagi lawan yang sama di Stadion Batakan.

Dari hasil uji coba tersebut, tim pelatih melihat ada beberapa kelemahan dalam timnya. Salah satunya adalah penyelesaian akhir yang tak maksimal. Asisten pelatih, Ahmad Amiruddin mengatakan bahwa dari hasil dua kali uji coba tersebut, Sultan Samma dkk memang berhasil mencetak 4 gol. Namun ia melihat ada beberapa peluang yang juga gagal dimaksimalkan dengan baik.

“Saya lihat empat gol tersebut sudah cukup baik. Tetapi jadi masalah lagi sebenarnya adalah, dari sekian gol itu banyak peluang yang gagal diselesaikan. Ini yang bakal jadi catatan kami sebelum melawan Persita di laga perdana nanti," ujar pria yang akrab disapa Amir tersebut.

Dikatakan Amir, para penyerang Borneo FC Samarinda harus bisa memanfaatkan peluang emas yang didapatkan dalam uji coba agar terbiasa ketika bermain di kompetisi nanti.

“Ini memang masalah yang kerap terjadi di Borneo FC. Tapi mudah-mudahan di waktu menuju kompetisi, kami bisa membenahi lemahnya penyelesaian akhir ini,” beber Amir.

Selain masalah finishing touch, tim pelatih juga menyoroti organsiasi pertahanan. Namun Amir menegaskan, tim saat ini masih dalam proses perbaikan ke arah organisasi pertahanan maupun permainan secara keseluruhan.

“Kami sedang dalam proses dan secara progres sudah terlihat, tinggal lebih dimaksimalkan lagi biar di Tanggerang kami bisa mendapatkan poin," terangnya.

Para pemain sendiri hari ini mendapat jatah libur dari tim pelatih. Dan rencananya besok pagi tim kembali latihan di Stadion Segiri seperti biasa. Evaluasi hasil uji coba, bakal jadi menu utama pemain dalam latihan lanjutan ini.

Selain itu, Amir juga mengatakan di waktu libur ini, tim pelatih melakukan pendekatan dengan pemain.

“Kami ingin memberi kesempatan ke pemain kalau ingin pulang, karena kami semua bakalan lama tidak berkumpul keluarga selama berhomebase di Jogja nantinya," imbuhnya. (SU)