Borneo FC Samarinda sejak 24 Agustus lalu bisa dikatakan sia-sia setelah izin keamanan dari Polri tak dikeluarkan untuk lanjutan Liga 1 musim ini. Pemain yang awalnya sangat antusias, mendadak lesu setelah mengetahui kompetisi ditunda karena tak ada izin keamanan.

Meski demikian, para pemain Borneo FC Samarinda dipastikan tetap menjalani latihan seperti biasa. Sebab mereka mengantisipasi jika kemungkinan izin keamanan akhirnya dikeluarkan untuk kompetisi.

Asisten pelatih Skuad Pesut Etam, Ahmad Amiruddin mengatakan bahwa tim pelatih sepakat untuk tetap memberikan materi latihan kepada pemain. Sebab mereka tak mau pemain yang sudah dalam kondisi bagus, tiba-tiba mengalami penurunan karena latihan dihentikan.

“Sampai saat ini kami tetap menjalankan latihan, sembari menunggu arahan dari manajemen bagaimana. Sebab sayang kalau latihan yang sudah diberikan dihentikan secara tiba-tiba,” ujar Amir, sapaan pria asal Sulawesi Selatan tersebut.

Dikatakannya, jika latihan dihentikan dan ada kabar kompetisi dilanjutkan kembali, maka persiapan harus dilakukan dari nol lagi. Ini yang coba dihindari tim pelatih Borneo FC Samarinda. Bedanya, saat ini program latihan otomatis mengalami perubahan. Sebab tujuan utama untuk dikejar tak tahu kapan akan dilaksanakan.

“Kalau sebelumnya kami tahu kalau tanggal 2 Oktober akan main sama Madura United. Tapi karena ditunda sampai waktu yang semua klub tak tahu, otomatis program latihan juga mengalami perubahan,” katanya lagi.

Dilanjutkan Amir, tim pelatih saat ini masih akan merumuskan program latihan ke depan. Namun kemungkinan besar para pemain hanya diberi porsi latihan standar, guna menjaga kondisi fisik mereka yang sudah membaik saat ini.

Sementara itu Farid, manajer tim menambahkan mengenai hasil swab test yang sudah dijalankan pemain beberapa hari lalu. Hasilnya saat ini sudah diketahui dan tak ada satupun pemain Borneo FC terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah hasil swab test pemain dan semua ofisial sudah keluar dan semua dinyatakan negatif,” kata Farid. (SU)